SinarPapua.Com-Teluk Bintuni – Unit Pelaksana Teknis Daerah Kelistrikan Kabupaten Teluk Bintuni (UPTD-Kelistrikan) berencana menambah sejumlah unit Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di beberapa kampung dan distrik dalam waktu dekat. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kelistrikan bagi masyarakat di wilayah pedalaman dan pesisir.
Kepala UPTD-Kelistrikan Kabupaten Teluk Bintuni, Ottow Mansumbauw, menyampaikan bahwa saat ini telah terdapat 39 unit PLTD yang beroperasi di 24 distrik di Kabupaten Teluk Bintuni. Ke depan, UPTD-Kelistrikan akan menambah enam unit PLTD baru yang akan ditempatkan di beberapa wilayah.
“Enam PLTD yang akan ditambah tersebut masing-masing berada di Distrik Aranday, tepatnya di Kampung Manunggal dan Kampung Baru; Distrik Aroba di Kampung Wimbro; Distrik Kaitaro di Kampung Suga; Distrik Manimeri di Kampung Botai Baru; serta Distrik Kuri di Kampung Awegro,” jelas Ottow.
Ia menambahkan, kapasitas mesin PLTD yang disiapkan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing kampung. Di Distrik Aranday terdapat dua unit PLTD dengan kapasitas masing-masing 60 KVA, sementara di Kampung Suga juga disiapkan mesin berkapasitas 60 KVA. Adapun di kampung lainnya, kapasitas mesin berkisar antara 33 KVA hingga 60 KVA.
Selain penambahan tersebut, UPTD-Kelistrikan juga merencanakan pembangunan dua unit PLTD di wilayah Wamesa. Namun, unit yang paling memungkinkan untuk segera beroperasi adalah PLTD di Kampung Yakati, mengingat mesin sudah tersedia. Kendala utama yang dihadapi saat ini adalah keterbatasan anggaran bahan bakar minyak (BBM).
“Anggaran BBM tahun ini belum mencukupi untuk operasional penuh selama satu tahun. Saat ini perhitungan kami baru mampu menjangkau kebutuhan hingga sepuluh bulan,” ungkapnya.
Meski demikian, Ottow memastikan bahwa suplai BBM untuk PLTD yang akan segera beroperasi telah diperhitungkan secara matang agar pelayanan listrik kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk turut menjaga dan merawat fasilitas kelistrikan yang telah disediakan pemerintah. “Mesin-mesin ini merupakan aset pemerintah. Kami berharap masyarakat dapat bersama-sama menjaga dan merawatnya agar dapat digunakan dalam jangka panjang dan manfaatnya benar-benar dirasakan,” pungkas Ottow.
