Infrastruktur Adalah Urat Nadi Konektivitas Wilayah, Pemkab Bintuni Pastikan Proyek Berjalan Lancar, Bermutu dan Berkelanjutan

Uncategorized

Sinarpapua.com – TELUK BINTUNI – Pembangunan serta pemeliharaan jalan dan jembatan dipandang sebagai urat nadi utama yang menghubungkan kekayaan potensi wilayah dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dalam arahan resmi terkait percepatan akses penghubung antardaerah, Bupati Teluk Bintuni menegaskan komitmen penuh agar seluruh tahapan pekerjaan berlangsung tanpa hambatan, memenuhi standar mutu tertinggi, selesai tepat waktu, serta memberi manfaat sebesar‑besarnya bagi generasi kini maupun mendatang.

Pemerintah berupaya mempercepat penyelesaian agar dampak positifnya dapat segera dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Jalur strategis ini sekaligus berfungsi sebagai wajah sekaligus gerbang identitas daerah, terutama akses yang menghubungkan Manokwari, Manokwari Selatan hingga menuju Teluk Bintuni — memperkuat jaring pergerakan barang, jasa, dan manusia di wilayah Papua Barat.

Mengenai struktur sepanjang lintasan, termasuk jembatan‑jembatan yang akan dibangun atau diperbaiki, rincian teknis dan penanganannya akan diuraikan secara mendalam oleh Kepala Dinas PUPR. Seluruh rencana kerja telah diselaraskan melalui pembahasan dan rapat koordinasi bersama Pemerintah Provinsi serta Balai Besar, guna menjamin pelaksanaan terpadu dan sesuai ketentuan berlaku. Hal‑hal yang masih perlu disempurnakan — seperti sistem pembatas jalan dan perlengkapan pendukung — akan terus dikomunikasikan dan disepakati bersama pihak berwenang.

Untuk ruas yang berada di wilayah Kota Sorong, kewenangan pengelolaannya berada di bawah Balai Besar; namun Pemerintah Kabupaten tetap menjalin konsolidasi dan dialog berkelanjutan. Segala aspek yang dapat didukung atau ditangani secara bersama akan dilaksanakan, dengan semangat kolaborasi demi kelancaran konektivitas wilayah yang lebih luas dan terintegrasi.

Salah satu landasan kokoh pelaksanaan ini adalah dukungan masyarakat adat. Prosesi penghormatan telah dilaksanakan bersama keluarga besar pemilik hak ulayat, sebagai tanda persetujuan sekaligus bukti penghargaan terhadap kearifan lokal. Pemerintah senantiasa berkomitmen memperhatikan hak, keberadaan, dan kepentingan masyarakat adat di setiap tahapan pembangunan.

Kepada seluruh satuan kerja dan pelaksana, Bupati mengingatkan agar pembangunan tidak sekadar berorientasi selesainya fisik semata, melainkan juga menjamin mutu, ketepatan waktu, transparansi, serta keamanan pelaksanaan. Sinergi erat antara pemerintah daerah, instansi teknis, masyarakat adat, dan lembaga terkait menjadi kunci agar setiap ruas jalan dan jembatan yang dibangun benar‑benar menjadi sarana penggerak kemajuan yang kokoh, aman, dan bermanfaat selamanya. (AL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *