Sinarpapua.news,TELUK BINTUNI – Melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Bupati Kabupaten Teluk Bintuni menyampaikan sambutan pada acara penyajian hasil kajian akademik target Pajak dan Retribusi Daerah (PDRD)/Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026, dengan menekankan pentingnya mengurangi ketergantungan pada dana transfer dan membangun kemandirian fiskal daerah.
Dalam sambutannya, Bupati menyatakan bahwa saat ini komposisi anggaran pendapatan daerah masih didominasi dana transfer dari pusat sebesar 97%, sementara kontribusi PAD hanya 2-3%. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena daerah perlu memiliki daya tahan ekonomi yang kuat agar tidak tergantung sepenuhnya pada bantuan luar.
“Penyajian naskah akademik ini bukan hanya acara formalitas, melainkan langkah kongkrit untuk memperkuat PAD yang berkeadilan, berkelanjutan, dan selaras dengan peraturan perundang-undangan,” ucap perwakilan Bupati.
Kajian akademik yang disusun oleh lembaga independen SRI Jogjakarta dijadikan landasan ilmiah, yuridis, dan sosiologis untuk merumuskan target PDRD/PAD yang realistis. Pemerintah daerah berkomitmen mengoptimalkan potensi pajak dan retribusi secara transparan dan akuntabel, dengan memperhatikan kapasitas masyarakat, iklim investasi, serta pertumbuhan ekonomi daerah yang merata.
Dasar hukum yang digunakan adalah Pasal 102 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Kerja Antara Pemerintah Pusat dan Daerah, serta Peraturan Daerah Kabupaten Teluk Bintuni Nomor 12 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, yang mewajibkan penetapan target PDRD berdasarkan kajian ilmiah.
Bupati juga mengapresiasi kerja keras Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Teluk Bintuni yang menginisiasi kegiatan ini, serta tim penelitian dari SRI Jogjakarta. Dinyatakan bahwa dalam lima tahun terakhir, PAD Teluk Bintuni menunjukkan pertumbuhan positif rata-rata 22,14% per tahun, namun masih banyak potensi yang perlu digali dan ditingkatkan.
“Kami mengharapkan masukan konstruktif dari seluruh pemangku kepentingan terkait identifikasi potensi yang belum produktif dan optimalisasi potensi yang sudah berjalan,” ujarnya. Semoga proses pembahasan menghasilkan kebijakan yang meningkatkan PAD dan membawa kesejahteraan masyarakat menuju Teluk Bintuni yang Sejahtera, Aman, Ramah, dan Inklusif (SERASI). ( AL )
