Sinarpapua.com, Manokwari — Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, S.E., M.H., terus menunjukkan keseriusannya dalam memimpin upaya perbaikan konektivitas antarwilayah distrik dan kampung di daerahnya. Langkah ini sejalan dengan VISI “SERASI” yang digaungkan oleh pasangan Bupati Yohanis Manibuy – Wakil Bupati Joko Lingara pada periode 2025-2030, yang mencakup enam pilar utama pembangunan daerah: Sehat, Energik, Religius, Andal, Smart, dan Inovatif. Tujuannya adalah agar visi tersebut benar-benar dirasakan masyarakat melalui peningkatan aksesibilitas pembangunan, yang tidak hanya memudahkan mobilitas tetapi juga mendorong aktivitas perdagangan, investasi, serta pelayanan publik seperti pendidikan dan kesehatan yang lebih terjangkau.
Pertemuan kolaborasi tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Royal 2, Aston Niu, Manokwari, Papua Barat, pada Senin (2/3/2026). Bupati Yohanis Manibuy tidak hadir sendiri, ia didampingi oleh Ketua BP3OKP (Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua), Irene Manibui, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis daerah, antara lain Plt. Kepala Bappelitbangda Teluk Bintuni, Rifaldhi Kwando, S.STP., MAP., Plt. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Teluk Bintuni, Mozes Koropasi, dan staf terkait.
Pertemuan ini mengumpulkan pihak Balai Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang mencakup Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P), dan Balai Wilayah Sungai (BWS), serta Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui Dinas PUPR. Tujuannya adalah menyinergikan pelaksanaan program infrastruktur daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mempercepat pembangunan prioritas di Teluk Bintuni, terutama terkait pembangunan jalan, perumahan, irigasi, bina marga, preservasi wilayah, tata ruang, dan infrastruktur wilayah lainnya.
Dalam kesempatannya, Bupati Yohanis Manibuy menyampaikan paparan terkait potensi Kabupaten Teluk Bintuni yang sangat membutuhkan perhatian pada sarana dan fasilitas infrastruktur yang mumpuni. “Kami sangat mengapresiasi kehadiran Bapak/Ibu dari Balai Kementerian lembaga terkait dan Dinas PUPR Provinsi Papua Barat dalam menyelenggarakan rapat koordinasi ini. Infrastruktur jalan dan jembatan merupakan urat nadi perekonomian masyarakat. Maka dari itu, kami berharap agar pembangunan dan pemeliharaan jalan, baik jalan nasional maupun jalan daerah di wilayah kami, dapat lebih diperhatikan. Apalagi Teluk Bintuni sebagai daerah penghasil gas alam cair (LNG) terbesar di Indonesia,” ucap Bupati.
Langkah ini menunjukkan keseriusan Bupati sebagai kepala daerah dalam mempercepat pembangunan strategis daerah. Beberapa target pencapaian yang menjadi komitmen pemerintah daerah antara lain menyiapkan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), pembangunan rumah layak huni, serta pengelolaan dan peningkatan aksesibilitas infrastruktur jalan yang segera terhubungkan.
Bupati juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kementerian PUPR dan Pemprov Papua Barat yang telah hadir dan berdiskusi terkait sejumlah program strategis dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kabupaten Teluk Bintuni. “Saya berharap ke depan pertemuan ini akan terus berlanjut, bahkan kalau boleh sampai ke sisi teknis perencanaan secara bersama-sama. Kami juga ke depan secara administrasi akan segera menyiapkan surat permohonan atau proposal perencanaan yang ditujukan kepada kementerian dan balai terkait. Sehingga kami harap, jika kabupaten bisa melakukan perencanaan dan usulan program, maka kiranya mendapatkan tindak lanjut serius dari balai kementerian,” harap Bupati Yohanis Manibuy.
Bupati Yohanis Manibuy kembali mendorong rencana pembangunan jalan dua jalur kota Bintuni, yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Papua Barat serta ruas jalan nasional. Meskipun kondisi jalan saat ini dinilai sudah cukup baik, Bupati menilai masih diperlukan pelebaran dan penataan lanjutan
