Cegah Darurat Sampah! Pemerintah Teluk Bintuni Canangkan Hari Peduli Sampah Nasional, Gerakan Bersih Dimulai dari Pasar Sentral

Uncategorized

Sinarpapua.com,BINTUNI – Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni mengambil langkah tegas dalam menangani persoalan sampah dengan melaksanakan pencanangan Hari Peduli Sampah Nasional yang dirangkaikan dengan apel gabungan TNI/Polri serta seluruh elemen masyarakat. Kegiatan yang dipusatkan di Pasar Sentral Bintuni ini bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan simbol sinergi, disiplin, dan komitmen bersama dalam menjawab tantangan nyata lingkungan di daerah tersebut.

Dalam amanatnya, pemerintah daerah menegaskan bahwa persoalan sampah kini menjadi prioritas penanganan di tingkat nasional. Merespons hal tersebut, pada Rapat Kerja Nasional Pemerintah Daerah tanggal 2 Februari 2026, Presiden Prabowo Subianto menegaskan status darurat sampah nasional serta memerintahkan langkah penanganan terpadu, termasuk pembangunan 34 proyek pengelolaan sampah di berbagai daerah. Kebijakan ini memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk mengatasi masalah tempat pembuangan akhir (TPA) serta mewujudkan lingkungan bersih melalui gerakan Indonesia Asri.

Sampah rumah tangga dan industri yang didominasi sampah plastik menjadi perhatian serius di Teluk Bintuni. Plastik diketahui membutuhkan waktu puluhan tahun hingga terurai, sehingga menjadi ancaman lingkungan yang nyata. Kabupaten dengan jumlah penduduk lebih dari 90 ribu jiwa ini menghasilkan puluhan ton sampah setiap hari, dengan komposisi didominasi sampah organik dan plastik. Jika tidak dikelola dengan baik, volume sampah diprediksi akan terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi.

Karena itu, aksi bersih sampah yang dimulai dari Pasar Sentral Bintuni ditegaskan sebagai gerakan moral dan gerakan disiplin. Pemerintah daerah memerintahkan agar kegiatan serupa terus dilanjutkan di lingkungan kantor, perumahan, hingga ke kampung-kampung. Langkah ini diharapkan menjadi contoh keteladanan bahwa perubahan dimulai dari tindakan nyata.

Selain aksi bersih lingkungan, masyarakat juga diimbau untuk menyelesaikan persoalan sampah dari sumbernya. Setiap rumah tangga, kios, toko, rumah makan, dan tempat usaha lainnya diminta mulai memilah sampah organik dan plastik. Langkah sederhana ini dinilai akan sangat membantu proses daur ulang serta mengurangi beban di tempat pembuangan akhir.

Secara khusus, Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni bersama unsur Forkopimda diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga disiplin kebersihan lingkungan serta memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan dan pemilahan sampah.

Melalui momentum Hari Peduli Sampah Nasional ini, seluruh peserta apel diajak menjadikan aksi bersih sebagai komitmen berkelanjutan yang terus dilakukan secara konsisten di setiap lembaga dan lingkungan masing-masing, demi mewujudkan Teluk Bintuni yang bersih, sehat, dan asri. ( AL )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *