Sinarpapua.com,TELUK BINTUNI – Safari Ramadhan 1447 H/2026 M menjadi momen berharga bagi Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, untuk menunjukkan kebijaksanaan dalam mendekatkan pelayanan keagamaan sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Dipimpin langsung oleh Bupati Yohanis Manibuy, S.E., M.H., kegiatan ini menyasar sejumlah distrik di Wilayah Babo Raya dan berpusat di Masjid Miftahul Jannah, Jl. Modan, Distrik Babo.
Bukan sekadar agenda rutin tahunan, Safari Ramadhan kali ini dirancang sebagai ruang dialog hangat antara pemerintah dan masyarakat, serta sarana mempererat silaturahmi dengan penuh hikmat. Esensi kegiatan tetap berfokus pada penguatan komunikasi, pembangunan kedekatan, penyerapan aspirasi, dan penguatan ukhuwah Islamiyah – prioritas yang memastikan program pembangunan sejalan dengan visi-misi daerah.
Bulan Suci Ramadhan, sebagai bulan pendidikan spiritual yang mengajarkan kesabaran, kejujuran, kepedulian sosial, dan semangat berbagi, menjadi landasan ajakan Bupati Yohanis Manibuy. Ia mengajak masyarakat menjadikan momen ini sebagai penguat iman dan taqwa sekaligus mempererat solidaritas sosial.
Dalam konsep pembangunan yang humanis, rombongan yang dipimpin Bupati Anisto – sapaan akrab Bupati Yohanis Manibuy – menghadirkan sejumlah kepala OPD, antara lain Dinas Sosial, Dinas Lingkungan Hidup & Pertanahan, Badan Pemberdayaan Masyarakat & Kampung, Plt. Sekwan DPRD Teluk Bintuni, Kabag Kesra Setda, Kabag Humas Protokoler, serta staf ASN lainnya. Turut hadir juga Anggota DPRD Papua Barat Fraksi Golkar Dapil III Erwin Beddu Nawawi, perwakilan DPRD Teluk Bintuni, serta unsur TNI/Polri.
Kehadiran lintas perangkat daerah dan lembaga legislatif ini bertujuan agar masyarakat dapat berkoordinasi langsung terkait kebutuhan dan harapan mereka. Hal ini mencerminkan sikap bijak Pemda Teluk Bintuni yang terbuka dan responsif, meskipun berada di daerah dengan keragaman keyakinan agama yang kaya.
Dalam sambutannya, Bupati Yohanis Manibuy menekankan pentingnya niat tulus dalam beramal jariyah dan membangun daerah dengan semangat gotong royong. Hal ini guna meningkatkan toleransi, kebersamaan, dan sinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk mewujudkan daerah yang maju.
“Mudah-mudahan kita semua mendapatkan berkah. Kami pemerintah daerah Teluk Bintuni melalui safari ramadhan ini mengajak kita semua untuk memurnikan niat kita untuk bersama-sama membangun Teluk Bintuni. Kita ingin mewujudkan Teluk Bintuni yang Serasi dalam kebersamaan, Serasi dalam pelayanan, dan Serasi dalam memimpin masyarakat kita. Keseriusan ini hanya akan terwujudkan jikalau kita saling mendukung dan saling menguatkan dalam menyokong berbagai hal untuk wujudkan pembangunan daerah,” ucapnya.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah tidak dapat berjalan sendiri dan memerlukan dukungan dari para tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, dan seluruh lapisan masyarakat. Dukungan lintas elemen ini menjadi kunci keberhasilan pembangunan yang inklusif dan menghargai keragaman.
Pada momen tersebut, Bupati Yohanis Manibuy juga menyerahkan sejumlah bantuan keagamaan kepada masyarakat melalui rumah peribadatan. Bantuan ini merupakan bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan penguatan umat di tengah lingkungan sosial bermasyarakat.
“Bantuan ini merupakan bentuk perhatian serius pemerintah daerah dalam hal pembinaan umat beragama di daerah. Kami harap dapat bermanfaat dan membantu program keagamaan daerah berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Sementara itu, Kabag Kesra Setda Teluk Bintuni, Yohanis Fatubun, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan berjalan lancar sebagai bentuk memperkuat kemaslahatan umat. “Safari Ramadhan bersama Bupati dan rombongan sedang terlaksana dengan baik dan lancar. Kami sangat berterima kasih atas partisipasi masyarakat menyambut baik kehadiran Bapak Bupati dan rombongan, serta harapannya ini menjadi ajang untuk masyarakat dapat berdialog dengan Kepala Daerah, serta menyampaikan aspirasi dan harapan dalam mendukung target dan capaian kerja pemerintah,” ujarnya.
Kegiatan ini kembali membuktikan komitmen Pemda Teluk Bintuni dalam menjalankan peran yang bijak, inklusif, dan menghargai keragaman, sehingga tercipta harmoni yang kuat antara pemerintah dan masyarakat dari berbagai latar belakang keyakinan di daerah tersebut. ( AL )
