Sinarpapua.com,TELUK BINTUNI – Keindahan lantunan ayat suci Al-Qur’an dan semangat keimanan memuncak pada puncak pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XI Tingkat Kabupaten Teluk Bintuni. Dalam malam kemenangan yang penuh khidmat, Wakil Bupati Teluk Bintuni, Joko Lingara, secara resmi menutup kegiatan akbar tersebut di Lapangan Gedung Serba Guna Bintuni, Rabu (08/04/2026).
Malam itu menjadi saksi bisu kehebatan Kafilah Distrik Bintuni yang kembali menorehkan prestasi gemilang. Berdasarkan keputusan dewan hakim yang adil dan objektif, Kafilah Distrik Bintuni berhasil mempertahankan tahta juara umum untuk ketiga kalinya secara berturut-turut (hat-trick) dengan perolehan skor fantastis mencapai 455.
Dominasi yang luar biasa ini tidak hanya mengukuhkan status mereka sebagai yang terdepan, tetapi juga berhak membawa pulang piala bergilir menjadi milik tetap sebagai bukti konsistensi dan kualitas keislaman yang tak terbantahkan.
Di posisi selanjutnya, Kafilah Distrik Tomu menempati urutan kedua dengan skor 285, diikuti Distrik Taroi pada posisi ketiga dengan nilai 170, serta Distrik Kamundan di urutan keempat dengan perolehan skor 110.
Ketua Panitia Pelaksana, Ansar Mamboe, dalam laporannya menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas terselenggaranya seluruh rangkaian acara dengan aman, tertib, dan penuh kedamaian.
“Alhamdulillah, sejak pembukaan hingga penutupan, MTQ ke-XI ini berjalan lancar. Kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Daerah atas dukungan penuh, Dewan Hakim atas integritas dan profesionalismenya, serta seluruh panitia dan pihak terkait, termasuk Paduan Suara GKI Final Rossa Bintuni yang telah memukau hadirin. Kami memohon maaf apabila terdapat kekurangan dalam pelayanan selama kegiatan ini,” ujar Ansar dengan penuh kerendahan hati.
Dalam sambutan penutupnya, Wakil Bupati Joko Lingara menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang kompetisi semata, melainkan sebuah tarbiyah (pendidikan) dan sarana memperkokoh ukhuwah serta meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan masyarakat.
Ia menyoroti bahwa di balik kemegahan acara tersebut, terdapat kerja keras dan kolaborasi solid yang menjadi kunci keberhasilan. Menurutnya, tantangan yang ada justru menjadi energi positif untuk membuktikan bahwa masyarakat Teluk Bintuni mampu bersinergi dalam kebaikan.
“MTQ ini adalah wadah pembinaan yang sangat strategis. Nilai-nilai yang dipelajari di sini menjadi bekal berharga, bahkan menjadi nilai tambah dalam berbagai kesempatan, termasuk dalam seleksi masuk institusi pertahanan dan keamanan seperti TNI dan Polri,” tegas Joko Lingara.
Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada seluruh elemen, mulai dari aparat keamanan, para Kepala Distrik yang setia mendampingi, hingga tim konsumsi yang bekerja keras di belakang layar demi kenyamanan para qari dan qariah.
Kepada para pemenang, ia menyampaikan selamat dan memotivasi agar terus menjaga amanah. Sementara bagi yang belum berhasil meraih podium tertinggi, ia berpesan agar tidak berkecil hati.
“Yang menang agar terus meningkatkan prestasi, dan yang belum berhasil jangan bersedih. Karena sesungguhnya, kalian semua adalah pemenang yang telah berpartisipasi dalam memajukan dakwah dan syiar Islam. Semua adalah bagian dari keberhasilan ini,” tuturnya bijak.
Acara penutupan ditandai dengan bacaan doa dan ucapan Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin, menutup lembaran sejarah MTQ ke-XI dengan harapan agar pada penyelenggaraan berikutnya di tahun 2028, acara ini dapat digelar lebih meriah dan berkah.
Secara terpisah, Kepala Distrik Bintuni, Mozes Koropasi, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet penghafal dan pembaca Al-Qur’an di wilayahnya.
“Prestasi mempertahankan gelar juara umum tiga kali berturut-turut ini adalah bukti nyata dari kerja keras, latihan yang disiplin, dan doa yang tulus. Semoga ini menjadi motivasi untuk terus berprestasi di masa mendatang. Bagi yang belum menang, teruslah berlatih,
