Sinarpapua.com,TELUK BINTUNI – Upaya strategis mewujudkan pendidikan yang layak dan berkelanjutan di Kabupaten Teluk Bintuni terus didorong dengan penuh ketegasan. Di bawah komando putra asli daerah, pembangunan infrastruktur pendidikan tidak hanya sekadar fisik, melainkan investasi masa depan generasi penerus.
Hal ini tercermin dalam langkah nyata Anggota DPR Kabupaten Teluk Bintuni, Simon Dowansiba, SE., yang secara khusus memperjuangkan kelancaran pembangunan SMA di lokasi Kampung Idut, Distrik Manimeri.
Sebagai putra daerah yang berdomisili langsung di Desa Idut, Simon memahami betul denyut nadi masyarakat dan kebutuhan pendidikan di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa pembangunan yang saat ini memasuki tahap kedua harus segera diselesaikan, namun sempat terganjal oleh keberadaan bangunan Taman Kanak-Kanak (TK) lama yang telah berdiri sejak tahun 2014-2015.
“Kami sedang berupaya maksimal mengejar target agar tahun ajaran baru ini anak-anak bisa segera menempati. Namun, keberadaan TK lama ini menjadi persoalan yang menghambat. Oleh karena itu, solusi bijak harus segera diambil,” ungkap Simon dengan wibawa.
Menjawab tantangan tersebut, legislator ini mengusulkan langkah strategis yang didukung penuh oleh masyarakat. Solusinya adalah memindahkan TK tersebut ke lokasi baru agar lahan SMA menjadi utuh dan siap dibangun secara maksimal.
“Masyarakat bukan mencari hambatan, justru mereka meminta agar TK ini dipindahkan. Kami mendukung sepenuhnya aspirasi ini, karena ini demi kelancaran proses belajar mengajar dan masa depan anak-anak cucu kita sendiri,” tegasnya.
Lahan untuk pembangunan TK baru sudah tersedia dan siap. Luasnya mencapai 20 x 50 meter, berlokasi strategis di Kampung Idut, tepatnya bersebelahan dengan Balai Kampung.
“Hari ini saya bersama tim konsultan sudah turun langsung ke lapangan, melakukan pengukuran dan pendataan secara detail. Kami berharap usulan ini bisa segera masuk dalam program tahun ini, agar pembangunan bisa direalisasikan tanpa menunggu waktu lama,” harapnya.
Simon Dowansiba juga menyoroti kondisi yang sangat mendesak saat ini. Para siswa SMA Negeri 2 Bintuni saat ini masih terpaksa menumpang di ruangan SD Satu Atap Tuasai, yang mana kapasitasnya sudah sangat tidak memadai dan penuh sesak.
“Ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Kalau tidak segera dibangun, kami rugi waktu dan masa depan siswa terancam. Oleh karena itu, saya mendesak pemerintah agar pembangunan ini segera direalisasikan tahun ini juga,” tegas politisi yang dikenal dekat dengan rakyat ini.
Di akhir wawancaranya, Simon Dowansiba menegaskan komitmennya sebagai Putra Daerah yang Membangun Daerah.
“Harapan saya, TK baru dibangun tahun ini. Setelah kosong, maka bangunan TK yang lama bisa langsung dimanfaatkan oleh Dinas Pendidikan untuk menerima siswa baru dan digunakan sebagai ruang belajar SMA. Sehingga tidak ada lagi kendala, dan anak-anak bisa belajar dengan nyaman, layak, dan penuh semangat,” pungkasnya.
Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa dengan kepemimpinan putra daerah yang paham akar masalah, pembangunan pendidikan di Teluk Bintuni akan terus melaju menuju era yang lebih maju dan sejahtera. ( AL )
