UNIMUTU Tegaskan Komitmen Sinergi: Dukung Pelantikan PWI Teluk Bintuni, Harapkan Pemberitaan Konstruktif dan Berdayakan Daerah

Uncategorized

Sinarpapua.com, Bintuni – Lembaga pendidikan tinggi turut ambil bagian dalam perjalanan sejarah pers di Kabupaten Teluk Bintuni. Universitas Muhammadiyah Teluk Bintuni (UNIMUTU) menyatakan dukungan penuh dan komitmen kuat terhadap pelaksanaan pelantikan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Teluk Bintuni untuk masa bakti 2026–2029, serta Rapat Kerja I yang menjadi tonggak penyusunan program kerja organisasi ke depan. Dukungan ini menjadi bukti nyata eratnya hubungan kemitraan antara dunia akademik dan insan pers dalam membangun peradaban daerah yang lebih maju.

Pernyataan sikap dan dukungan tersebut disampaikan secara langsung oleh Rektor UNIMUTU, Tri Wahyuni, S.Pd., M.Pd., saat ditemui di Kantor Rektor Kampus UNIMUTU, yang berlokasi di Jalan Raya Bintuni, Tisay, Kampung Argosigemarai, pada Sabtu (16/5/2026). Dalam perbincangan yang mendalam dan penuh semangat kolaborasi ini, Tri Wahyuni menekankan bahwa keberadaan pers yang berkualitas adalah pilar tak terpisahkan dalam tata kelola pembangunan daerah yang transparan, cerdas, dan berkeadilan.

Menurutnya, kehadiran PWI Teluk Bintuni diharapkan mampu melahirkan karya-karya jurnalistik yang tidak hanya informatif, tetapi juga bernilai edukatif, membangun karakter, serta senantiasa berpihak pada kemajuan bersama. Secara khusus, ia berharap pemberitaan yang disajikan dapat menjadi katalisator utama dalam mendorong kemajuan di sektor-sektor strategis, meliputi pendidikan, kesehatan, perekonomian, hingga penyelenggaraan pemerintahan daerah.

“Kami memiliki harapan besar, agar dengan hadirnya kepengurusan baru PWI Teluk Bintuni, akan lahir pemberitaan yang senantiasa bernada positif, konstruktif, dan solutif. Setiap informasi yang disampaikan kepada masyarakat luas haruslah mampu menjadi energi pendorong kemajuan daerah, khususnya dalam memajukan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, pertumbuhan ekonomi, dan tata kelola pemerintahan yang baik di tanah kelahiran kita ini,” ujar Tri Wahyuni dengan tegas.

Lebih jauh, Rektor menyoroti peran vital media massa sebagai ujung tombak pengenalan potensi daerah. Ia memandang PWI Teluk Bintuni memiliki tanggung jawab moral untuk memperkenalkan keberadaan UNIMUTU sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi unggulan di wilayah ini, sekaligus mengangkat ke permukaan kekayaan potensi pariwisata yang tersimpan melimpah di Kabupaten Teluk Bintuni. Menurutnya, pers memiliki kekuatan besar untuk mengubah citra dan memosisikan daerah ini menjadi destinasi pendidikan sekaligus destinasi wisata yang bernilai tinggi.

“Melalui keberadaan UNIMUTU, kita bertekad menjadikan Teluk Bintuni dikenal luas sebagai kota pendidikan yang memiliki standar kualitas tinggi. Di sisi lain, daerah kita menyimpan pesona alam dan kekayaan budaya yang luar biasa, potensi pariwisata yang sangat layak untuk dipromosikan, diperkenalkan, dan dikunjungi oleh banyak orang. Di sinilah peran strategis rekan-rekan wartawan, menjadi jembatan penghubung yang memperkenalkan keunggulan tersebut ke kancah yang lebih luas,” tambahnya.

Tri Wahyuni juga menegaskan prinsip dasar pembangunan daerah yang komprehensif tidak dapat berjalan sendiri-sendiri, melainkan memerlukan kolaborasi sinergis dari seluruh elemen bangsa, mulai dari pemerintah daerah, institusi pendidikan, dunia usaha, hingga insan pers. Semua elemen dipandang sebagai mitra sejajar yang memiliki peran dan kontribusi masing-masing demi satu tujuan mulia: kemajuan Teluk Bintuni.

“Pembangunan daerah adalah tanggung jawab kita semua. Pemerintah, lembaga pendidikan seperti UNIMUTU, dan rekan-rekan wartawan, kita semua harus berjalan beriringan, bergandengan tangan, saling menguatkan, dan bersinergi untuk mengangkat harkat dan martabat daerah ini ke tingkat yang lebih tinggi,” tegasnya.

Terkait fungsi kontrol sosial yang melekat pada profesi wartawan, Rektor memberikan apresiasi sekaligus pandangan intelektualnya. Ia menyatakan bahwa kritik yang disampaikan oleh pers merupakan napas kehidupan demokrasi dan menjadi bahan perbaikan berkelanjutan bagi pembangunan, sepanjang disampaikan dengan kaidah profesional, berbasis fakta, dan disertai tawaran solusi yang dibangun dari kajian atau pendapat narasumber yang berkompeten di bidangnya.

“Silakan sampaikan kritik, karena itu adalah bagian dari tugas mulia wartawan sebagai pengawal kebijakan dan aspirasi publik. Namun, marilah kita samakan persepsi bahwa kritik yang membangun adalah kritik yang tidak hanya menyoroti persoalan, tetapi juga menghadirkan perspektif solutif melalui pendapat para ahli atau narasumber yang berkompeten. Dengan cara itulah, pemberitaan menjadi bernilai ganda: mengingatkan sekaligus menawarkan jalan keluar,” ungkapnya.

Sebagai wujud nyata dukungan dan partisipasi aktif akademisi terhadap dunia pers, pihak UNIMUTU telah menetapkan langkah konkret. Dalam agenda pelantikan dan Rapat Kerja I PWI Teluk Bintuni nanti, universitas ini akan mengutus perwakilan mahasiswa dari lima program studi yang dimilikinya, masing-masing sebanyak 10 orang, untuk hadir dan berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan tersebut. Langkah ini dimaknai sebagai sarana pembelajaran mahasiswa memahami dunia jurnalistik sekaligus mempererat ikatan sinergi antara kampus dan redaksi.

Dukungan yang mengalir dari dunia pendidikan tinggi ini diharapkan menjadi kekuatan tambahan yang signifikan bagi PWI Teluk Bintuni, guna semakin memperkokoh posisi pers sebagai mitra strategis pembangunan, serta menjaga eksistensi sebagai wadah pers yang berkualitas, beretika, dan berdaya guna bagi kemajuan Kabupaten Teluk Bintuni di masa depan. (AL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *