Sinarpapua.com,TELUK BINTUNI – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) PakuWojo Teluk Bintuni ke-14 yang digelar di Pendopo Awerepi, Sabtu (9/5/2026), berlangsung penuh kebersamaan dan menjadi momentum mempererat solidaritas antarwarga Jawa di Kabupaten Teluk Bintuni.
Dalam sambutannya, Ketua Karateker PakuWojo Teluk Bintuni, Syamsul Huda, menegaskan bahwa momentum ulang tahun organisasi harus dijadikan kesempatan untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, serta mempererat hubungan antara organisasi, masyarakat, dan pemerintah.
“Momentum HUT PakuWojo ini menjadi kesempatan bagi kita semua untuk memperkuat solidaritas sosial antarwarga, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, serta mempererat hubungan antara organisasi, masyarakat, dan pemerintah,” ujarnya.
Syamsul Huda yang juga menyebut dirinya sebagai pendiri organisasi tersebut di Teluk Bintuni mengajak seluruh keluarga besar PakuWojo untuk terus menanamkan nilai-nilai persatuan, kerukunan, dan persaudaraan sebagai fondasi utama organisasi.
Menurutnya, perbedaan pendapat, pandangan, maupun latar belakang tidak boleh menjadi alasan perpecahan di tengah masyarakat. Sebaliknya, keberagaman harus dijadikan kekuatan untuk mempererat solidaritas dan rasa saling memiliki di antara sesama anggota.
“Keragaman adalah warna-warni kehidupan yang justru menjadi kekuatan untuk mempererat kebersamaan,” katanya.
Ia menegaskan bahwa PakuWojo dibangun bukan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu, melainkan sebagai rumah besar bersama yang menjunjung tinggi semangat gotong royong dan musyawarah keluarga, khususnya masyarakat Jawa, sekaligus bersinergi dengan berbagai suku dan komponen masyarakat di Teluk Bintuni.
Pada kesempatan itu, Syamsul juga menyoroti pentingnya tata kelola organisasi, khususnya terkait kepengurusan karateker yang menurut aturan organisasi bersifat sementara hingga terbentuk kepengurusan definitif melalui mekanisme musyawarah daerah (Musda).
Ia mengingatkan agar status kepengurusan sementara tidak dijadikan alat memperpanjang konflik maupun memunculkan friksi di tengah masyarakat.
“Organisasi harus tetap berpijak pada mekanisme yang benar dan penghormatan terhadap konstitusi organisasi,” tegasnya.
Syamsul turut menjelaskan dinamika organisasi yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyebut, Musda sebelumnya sempat dilaksanakan tanpa agenda pemilihan ketua karena fokus pada perbaikan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga organisasi. Upaya pelaksanaan Musda lanjutan pada 2025 juga belum berjalan optimal akibat kendala panitia.
Meski demikian, ia berharap Musda yang akan digelar dalam waktu dekat dapat terlaksana dengan baik dan menghasilkan kepengurusan definitif demi kemajuan organisasi.
Di akhir sambutannya, Syamsul mengajak seluruh anggota untuk menyikapi berbagai dinamika organisasi dengan bijak, mengedepankan kebersamaan, serta mengesampingkan ego pribadi demi kepentingan bersama.
“Di usia ke-14 ini, saya berharap PakuWojo semakin dewasa, semakin kuat, dan menjadi wadah persaudaraan yang tertib serta bermartabat. Selamat ulang tahun PakuWojo ke-14, semoga tetap jaya, rukun, dan menjadi berkat persaudaraan bagi seluruh anggotanya,” tutupnya.
