Sinarpapua.com, TELUK BINTUNI — Rapat Kerja (Raker) I Forum Generasi Muda (FGM) Gereja Kristen Injili (GKI) se-Tanah Papua Tahun 2026 siap digelar di Kabupaten Teluk Bintuni pada 29–30 Oktober 2026. Kegiatan yang bertepatan dengan momentum Bulan Sumpah Pemuda ini diharapkan menjadi ruang strategis untuk memperkuat peran pemuda gereja dalam mendukung pembangunan di Tanah Papua.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) FGM GKI se-Tanah Papua, Petronela Krenak, S.Sos., M.Tr.AP, menyampaikan hal tersebut saat memberikan keterangan kepada wartawan setibanya di Teluk Bintuni, Rabu (28/10/2026), di halaman Gereja GKI Viadolorosa.
Petronela mengatakan, momentum Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa generasi muda memiliki kekuatan besar sebagai agen perubahan. Karena itu, pemuda gereja tidak boleh hanya menjadi objek pelayanan, tetapi harus tampil sebagai subjek yang aktif, mampu bersinergi dengan masyarakat dan pemerintah dalam membangun daerah.
Menurutnya, Raker I FGM GKI se-Tanah Papua menjadi kesempatan penting untuk merumuskan program kerja yang tidak hanya berorientasi pada penguatan organisasi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Melalui Raker I ini, saya ingin mendorong pemuda-pemudi gereja dalam lingkup FGM GKI se-Tanah Papua agar mampu memberikan dampak nyata di luar dinding gereja, melalui pandangan konstruktif dan kerja nyata yang kolaboratif dalam mendukung pembangunan Tanah Papua,” ujarnya.
Ia kemudian mengaitkan semangat tersebut dengan pesan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, tentang kekuatan generasi muda.
“Luar biasa, hari ini tanggal 28 bertepatan dengan Sumpah Pemuda. Bung Karno pernah berkata, beri saya 10 pemuda maka akan kuguncang dunia. Jika Bung Karno dengan 10 pemuda bisa membangun negeri, maka saya percaya pemuda GKI di Tanah Papua juga mampu membangun Tanah Papua menjadi lebih baik ke depan,” cetus Petronela.
Dalam kesempatan itu, Petronela bersama jajaran pengurus pusat, perwakilan provinsi dan kabupaten se-Tanah Papua, serta Dewan Kurator, menyampaikan apresiasi kepada Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, atas dukungan dan sambutan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Selaku Ketua Umum, kami dari Forum Generasi Muda GKI di Tanah Papua mengapresiasi dukungan penuh Bupati Teluk Bintuni. Penyambutan yang kami saksikan secara langsung sangat luar biasa. Kami yakin Raker ini akan melahirkan rekomendasi-rekomendasi iman yang dapat menopang kerja-kerja pemerintah daerah se-Tanah Papua,” katanya.
Petronela juga mengajak seluruh jemaat GKI di Teluk Bintuni untuk menghadiri ibadah pembukaan yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (29/10/2026) pagi, sebelum dilanjutkan dengan sidang Raker.
Agenda utama pertemuan tersebut adalah menyusun program kerja FGM GKI untuk satu tahun pelayanan pada 2027. Ia berharap seluruh peserta dapat berpartisipasi aktif agar program yang dirumuskan benar-benar menjawab kebutuhan pemuda dan masyarakat di Tanah Papua.
“Kami berharap seluruh peserta dari 70 klasis di Tanah Papua dapat mengikuti Raker ini dengan baik, karena program yang dibahas akan kita laksanakan dalam satu tahun pelayanan pada 2027,” tukasnya.
Raker I FGM GKI se-Tanah Papua akan berlangsung selama dua hari, 29–30 Oktober 2026, bertempat di Gedung Serba Guna (GSG) Kalikodok, Kabupaten Teluk Bintuni. Kegiatan ini diperkirakan dihadiri sekitar 400 peserta yang terdiri atas unsur DPP, DPD, DPC, serta pengurus Klasis GKI se-Tanah Papua.
Lebih lanjut, Petronela menjelaskan bahwa hasil Raker nantinya tidak hanya menjadi pedoman kerja internal organisasi, tetapi juga diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis untuk mendukung kepemimpinan pemerintah daerah di Tanah Papua.
Rekomendasi tersebut juga diharapkan dapat menjadi bagian dari kontribusi pemuda gereja dalam mendukung agenda pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, sekaligus mempersiapkan generasi muda Papua menuju Indonesia Emas 2045.
“Dari hasil Raker ini akan ada rekomendasi yang nantinya dibagikan ke seluruh wilayah Tanah Papua, 70 klasis dan 46 kabupaten/kota di Tanah Papua. Untuk saat ini, kami fokus pada skala Papua terlebih dahulu,” pungkasnya.(AL)
