Raker I FGM GKI se-Tanah Papua Dibuka di Teluk Bintuni: Kasih Kristus Jadi Penggerak Kemanusiaan yang Adil dan Damai

Uncategorized

Sinarpapua.com, TELUK BINTUNI — Rapat Kerja (Raker) I Dewan Pimpinan Pusat Forum Generasi Muda Gereja Kristen Injili (FGM GKI) se-Tanah Papua resmi dibuka secara khidmat di Gedung Serba Guna Kalikodok, Kabupaten Teluk Bintuni, pada Kamis (29/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi generasi muda gereja untuk memperkuat kelembagaan, menyatukan visi, serta merumuskan langkah-langkah konkret pelayanan yang berdampak bagi jemaat, masyarakat, dan pembangunan di Tanah Papua.

Upacara pembukaan dihadiri langsung oleh Bupati Kabupaten Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, S.E., M.H., Gubernur Provinsi Papua Barat Daya, Elisa Kambu, S.Sos., serta perwakilan Badan Pekerja Sinode GKI yang disampaikan oleh Wakil Ketua III, Pdt. Dr. Naomi N. Huwae-Sagrim. Turut hadir jajaran pengurus dan peserta FGM GKI yang hadir dari berbagai daerah di seluruh penjuru Tanah Papua.

Dalam sambutannya, Bupati Yohanis Manibuy menyampaikan sukacita dan penghormatan yang tulus atas kepercayaan yang diberikan kepada Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Teluk Bintuni untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Raker I FGM GKI tahun ini.

“Atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat Kabupaten Teluk Bintuni, kami menyambut dengan tangan terbuka dan sukacita yang tulus kehadiran Bapak, Ibu, dan saudara-saudara sekalian. Ini merupakan kehormatan sekaligus kebahagiaan bagi kami dapat menjadi rumah bagi persaudaraan se-Tanah Papua,” ujarnya.

Bupati menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar agenda organisasi belaka, melainkan ruang persekutuan yang dipersatukan oleh kasih Kristus. Tema Raker yang diangkat — “Kasih Kristus Menggerakkan Kemanusiaan yang Adil dan Damai” — beserta subtemanya, dinilai sangat relevan dengan panggilan generasi muda masa kini.

“Pemuda GKI tidak cukup hanya bertumbuh dalam iman, tetapi juga harus hadir dan mengambil bagian aktif dalam menjawab kebutuhan gereja, masyarakat, dan daerah,” tegasnya.

Pembangunan yang berkelanjutan, lanjut Bupati, akan semakin kokoh apabila berjalan beriringan dengan peran aktif gereja dan generasi muda yang memiliki fondasi iman yang teguh, karakter yang teruji, serta semangat pengabdian yang tulus. Oleh karena itu, beliau berharap Raker ini melahirkan program kerja yang terukur, nyata, dan dapat dipertanggungjawabkan, serta membentuk generasi muda yang mandiri, peduli, dan siap berkontribusi bagi kemajuan bersama.

Sementara itu, Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu dalam arahannya mengajak seluruh peserta memanfaatkan forum ini sebagai ruang dialog yang konstruktif untuk menyatukan persepsi, memperkuat komitmen, dan merumuskan strategi masa depan pelayanan pemuda di Tanah Papua.

“Jadikan forum ini sebagai ruang dialogis, bukan ruang perdebatan. Bukan tempat untuk mencari siapa yang lebih hebat, tetapi tempat untuk menyatukan langkah-langkah strategis bagi kemaslahatan bersama,” pesannya.

Gubernur menyampaikan perumpamaan yang mendalam: peran generasi muda ibarat garam yang harus melebur agar manfaatnya dapat dirasakan.

“Jika kita ingin mengubah sesuatu menjadi lebih baik, kita harus terlebih dahulu hadir di dalamnya, memahaminya, dan berkontribusi dari dalam. Seperti garam — baru terasa manfaatnya ketika ia melebur,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, Elisa Kambu mendorong seluruh elemen pemuda untuk terus mempersiapkan diri melalui pendidikan, peningkatan kompetensi, pembentukan karakter, serta kepercayaan diri yang kokoh. Seluruh gagasan yang lahir dari Raker ini diharapkan tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata melalui musyawarah, kesepakatan bersama, dan pelaksanaan yang bertanggung jawab.

Pdt. Dr. Naomi N. Huwae-Sagrim dalam sambutannya menekankan pentingnya konsolidasi internal organisasi, kedisiplinan pelayanan, penyatuan arah program kerja, serta sinergi yang harmonis antara Dewan Pimpinan Pusat, Dewan Pimpinan Daerah, dan seluruh unsur pelayanan gereja dengan pemerintah daerah.

Beliau menyoroti urgensi mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya beriman, tetapi juga adaptif terhadap kemajuan zaman, menguasai teknologi, dan peka terhadap isu-isu pembangunan.

“Generasi muda adalah kekuatan utama dalam bidang pendidikan, ekonomi, lingkungan hidup, dan persatuan. Maka, diperlukan kerja sama yang erat antara gereja, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan lainnya,” jelasnya.

Melalui Raker I ini, FGM GKI se-Tanah Papua bertekad untuk memperkuat fondasi organisasi, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta menghadirkan pelayanan yang nyata dan bermanfaat bagi masyarakat luas — menuju Tanah Papua yang damai, sejahtera, dan berkontribusi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.( AL )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *