Sinarpapua.com, Teluk Bintuni — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang digelar Forum Komunikasi Lintas Masjid (Forkolimasi) Kabupaten Teluk Bintuni bersama Majelis Ta’lim Forkolimasi, Minggu (30/8/2026), menjadi momentum memperkuat keteladanan Rasulullah SAW sekaligus merajut kerukunan dan persaudaraan di tengah masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Teluk Bintuni tersebut mengusung tema “Meneladani Akhlak Mulia Nabi Muhammad SAW” dan dihadiri sejumlah tokoh serta pejabat daerah, di antaranya Ketua Umum Forkolimasi Papua Barat Muhammad Walay, S.H., Kepala Kemenag Teluk Bintuni Husein Al Hamid, S.Pd.I., M.Pd., Kepala Kantor Urusan Haji dan Umrah Abdul Muin, S.Ag., Ketua KPU Teluk Bintuni Muh. Makmur Memet Al Fajri, S.IP., MM., Ketua Forkolimasi Teluk Bintuni H. Rajab Suluta, Ketua PHBI Sulaiman Rumwokas, S.Pd.I., Kepala KUA Distrik Manimeri Iwan Setiawan, S.HI., serta para tokoh agama, pimpinan takmir masjid, tokoh perempuan, pemuda, pengurus dan anggota Forkolimasi.
Ketua Umum Forkolimasi Papua Barat, Muhammad Walay, menegaskan bahwa Maulid Nabi tidak seharusnya berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mengimplementasikan akhlak Rasulullah dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“Atas nama Ketua Forkolimasi Papua Barat dan mewakili Bapak Gubernur Provinsi Papua Barat selaku Pembina Forkolimasi, kami berharap pada momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, kita semua dapat meneladani dan mencontohi akhlak mulia Rasulullah. Kepemimpinan beliau yang amanah, merangkul seluruh elemen umat, serta menjadi teladan inklusif adalah fondasi yang sangat relevan untuk terus kita praktikkan,” ujar Walay.
Ia juga mengajak seluruh jajaran Forkolimasi memperkuat silaturahmi dan sinergi dengan organisasi keagamaan maupun kemasyarakatan lainnya. Menurutnya, menjaga kerukunan antarumat beragama dan persatuan menjadi tanggung jawab bersama, khususnya di tengah keberagaman masyarakat Papua Barat.
“Penting bagi kita untuk konsisten menjaga kerukunan antarumat beragama serta merawat persatuan dan kesatuan bangsa, khususnya di Kabupaten Teluk Bintuni,” tegasnya.
Selain agenda keagamaan, peringatan Maulid tersebut turut menjadi momentum konsolidasi organisasi. Forkolimasi menyampaikan bahwa proses legalitas dan legitimasi kelembagaan di tingkat Provinsi Papua Barat terus berjalan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan Kesbangpol.
Pengukuhan kepengurusan Forkolimasi direncanakan berlangsung Oktober 2026 secara kolektif untuk tingkat Provinsi Papua Barat dan enam kabupaten, yakni Manokwari, Manokwari Selatan, Teluk Wondama, Teluk Bintuni, Fakfak, dan Kaimana. Agenda tersebut juga mencakup pengukuhan Majelis Ta’lim Forkolimasi di tingkat provinsi dan sejumlah kabupaten.
Forkolimasi berharap konsolidasi tersebut semakin memperkuat jejaring antar-masjid, peran takmir dan majelis ta’lim, serta menghadirkan syiar Islam yang damai, moderat, dan membawa kemaslahatan bagi masyarakat.
Peringatan Maulid Nabi di Teluk Bintuni pada akhirnya menegaskan bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW harus diwujudkan melalui akhlak dan tindakan nyata. Nilai siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah diharapkan menjadi fondasi dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis, kepemimpinan yang berintegritas, serta masyarakat Papua Barat yang rukun dan berkeadaban.( AL )
