Sinarpapua.com, TELUK BINTUNI — Langkah nyata dan strategis demi menjamin ketersediaan energi yang cukup, terjangkau, dan tepat sasaran bagi seluruh masyarakat Kabupaten Teluk Bintuni! Pertamina Patra Niaga menggelar pertemuan koordinasi yang sangat penting bersama Anggota Komisi XII DPR RI, Alfons Manibui, jajaran Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, serta para pengusaha SPBU dan Agen LPG di wilayah ini, pada Rabu (5/8/2026).
Pertemuan ini berfokus pada evaluasi mendalam serta pencarian solusi bersama guna memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM), minyak tanah, maupun LPG Non-Subsidi dapat tersalurkan dengan lancar, merata, dan tepat waktu di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di daerah ini.
Anggota Komisi XII DPR RI, Alfons Manibui, dalam arahannya menegaskan bahwa Teluk Bintuni adalah daerah yang terus tumbuh dan berkembang pesat, dengan aktivitas ekonomi serta industri yang semakin tinggi. Energi menjadi penopang utama roda kehidupan dan kemajuan tersebut.
“Teluk Bintuni ini daerah yang terus berkembang, aktivitas ekonomi dan industrinya cukup tinggi. Sektor energi menunjang ini semua, karenanya diskusi bersama ini menjadi penting untuk melihat kondisi nyata distribusi BBM, minyak tanah, maupun LPG Non-Subsidi di sini,” jelas Alfons.
Ia mengapresiasi langkah Pertamina Patra Niaga yang senantiasa menjaga ketersediaan stok di wilayah Papua Barat. Namun demikian, stok yang baik harus diimbangi dengan sistem penyaluran yang optimal dan tepat sasaran.
“Kita di sini coba evaluasi: bagaimana kuotanya, apakah sudah cukup? Bagaimana penyalurannya, apakah sudah sesuai aturan dan tepat sasaran? Melalui diskusi ini, DPR RI mendukung sepenuhnya upaya mencari solusi bersama agar penyaluran energi, khususnya yang bersubsidi bagi masyarakat, berjalan lancar dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh yang berhak,” tukasnya.
Sementara itu, Bupati Teluk Bintuni menyambut baik forum ini dan menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk meninjau serta memperbaiki berbagai kebijakan guna memperlancar arus distribusi energi.
“Pertama, kami ucapkan terima kasih kepada Pertamina dan para mitra pengusaha SPBU serta Agen LPG yang telah berbagi informasi dan usulan perbaikan. Kami akan kaji bersama, mana yang dapat mempercepat dan mempermudah proses distribusi. Terkait kebutuhan energi bersubsidi pun, apabila diperlukan, kami siap bersama-sama mengajukan usulan peninjauan kuota,” tegas Bupati.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Awan Raharjo, menyampaikan kabar gembira bahwa kondisi stok BBM di dua pusat penyokong wilayah ini — Fuel Terminal Sorong dan Manokwari — dalam kondisi sangat baik, dengan rata-rata cadangan mencukupi untuk 9 hingga 10 hari ke depan. Pasokan juga rutin datang setiap 4–5 hari sekali.
“Stok kami cukup aman dan terjamin. Yang menjadi fokus bersama saat ini adalah bagaimana stok yang baik ini dapat didistribusikan secara maksimal hingga sampai ke tangan masyarakat melalui SPBU, agen minyak tanah, dan agen LPG Non-Subsidi,” ungkap Awan.
Ia juga menegaskan kesiapan Pertamina Patra Niaga untuk menyalurkan energi bersubsidi sesuai ketentuan yang berlaku, dan memohon dukungan penuh dari DPR RI serta Pemerintah Daerah dalam hal sosialisasi maupun pengawasan di lapangan.
“Pemahaman masyarakat tentang pentingnya penggunaan energi bersubsidi sesuai aturan sangatlah vital. Pengawasan pun tidak dapat kami lakukan sendiri. Kerja sama dan dukungan dari semua pihak sangat kami harapkan agar layanan ini tetap terjaga baik,” tambahnya.
Di akhir, Pertamina Patra Niaga turut mengimbau masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak, hemat, dan sesuai kebutuhan. Untuk informasi serta layanan produk Pertamina, masyarakat dapat langsung menghubungi Pertamina Customer Solution di nomor 135.
Semoga sinergi ini terus diperkuat, sehingga ketersediaan energi di Teluk Bintuni senantiasa terjamin, lancar, dan membawa berkah bagi seluruh lapisan masyarakat. ( AL )
