Sinarpapua.com, BABO — Sebuah tonggak bersejarah bagi kemajuan Kabupaten Teluk Bintuni! Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni secara resmi memulai pembangunan Pelabuhan Babo melalui kegiatan peletakan batu pertama yang dirangkaikan sekaligus dengan peluncuran pembangunan empat Jetty di Aroba, Aranday, Yakora, dan Kamundan, serta penyerahan sarana transportasi laut berupa speed boat kepada Pangkalan TNI Angkatan Laut dan Polres Teluk Bintuni.
Kegiatan penuh makna ini berlangsung khidmat di lokasi pembangunan Pelabuhan Babo, Distrik Babo, pada Rabu (5/8/2026), dengan mengusung tema “Konektivitas Transportasi Laut Guna Mewujudkan Pelayanan Prima dan Peningkatan Ekonomi”. Seremoni diawali dengan prosesi adat berupa penyembelihan hewan kurban — bentuk penghormatan terhadap adat istiadat masyarakat setempat sekaligus doa bersama agar seluruh tahapan pembangunan berjalan aman, lancar, dan membawa manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Hadir memeriahkan kegiatan Anggota Komisi XII DPR RI, drg. Alfons Manibuy, DESS, perwakilan Dandenintel Kodam XVIII/Kasuari Kolonel Laut Imam Danu Pranoto, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Barat Markus Lukas Sabarofek, S.Sos., Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy, S.E., M.H., Wakil Bupati Joko Lingara, Kapolres Teluk Bintuni AKBP Marully Rachmat Azwar, S.H., S.I.K., M.M., perwakilan Dandim 1806/Teluk Bintuni Danramil 1806-02/Babo Kapten Inf. Karno, Wakil Ketua I DPRK Teluk Bintuni Sugandi, perwakilan Brigif 26/GP dan Yonif 763/SBA, para pimpinan OPD, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.
Dalam laporannya, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Teluk Bintuni, Jandri Salakory, S.E., M.M., menjelaskan bahwa pembangunan Pelabuhan Babo merupakan wujud nyata pelaksanaan RPJMD Kabupaten Teluk Bintuni 2025–2030, Renstra Dinas Perhubungan, serta Dokumen Pelaksanaan Anggaran Tahun 2026.
“Melalui pembangunan Pelabuhan Babo dan jetty di beberapa distrik, pemerintah berharap akses transportasi laut semakin baik sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik yang lebih merata,” ujar Jandri.
Pembangunan Pelabuhan Babo dikerjakan oleh PT Arafah Wiratama KSO sebagai kontraktor pelaksana, didampingi konsultan PT Masuka Pratama Join bersama PT Art Creative Arsitektural Desain. Pelabuhan ditargetkan selesai dalam 600 hari kerja, sedangkan pembangunan Jetty Aroba, Aranday, Yakora, dan Kamundan masing-masing ditargetkan rampung dalam 120 hari kerja.
Secara pembiayaan, Pelabuhan Babo menggunakan skema multi years dengan anggaran mencapai Rp78,7 miliar. Sementara Jetty Kamundan dialokasikan sekitar Rp3,8 miliar, Jetty Aroba Rp1,4 miliar, Jetty Aranday dan Yakora masing-masing Rp1,05 miliar.
Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, menegaskan bahwa transportasi laut adalah urat nadi utama bagi daerah dengan bentang pesisir, sungai, dan kepulauan yang luas seperti Teluk Bintuni. Pembangunan ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan kunci membuka keterisolasian wilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Hari ini bukan sekadar peletakan batu pertama, tetapi menjadi simbol dimulainya pembangunan yang akan memperkuat konektivitas wilayah pesisir sekaligus bukti nyata kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses transportasi yang aman, layak, dan berkelanjutan,” tegas Bupati.
Beliau pun mengemukakan gagasan strategis agar kawasan Babo dikembangkan menjadi pusat ekonomi baru. Salah satunya dengan meninjau kembali pemanfaatan aset Mess BP, yang dapat diubah fungsi menjadi penginapan, usaha jasa, dan ruang ekonomi lainnya yang memberi dampak langsung bagi warga setempat.
“Kalau bisa Mess BP ditinjau kembali agar kita membuka ruang ekonomi baru, menghadirkan penginapan-penginapan dan sektor jasa yang memberi efek positif bagi perekonomian masyarakat Babo,” ujarnya.
Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga dan merawat setiap infrastruktur yang dibangun, agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Di kesempatan yang sama, Pemkab Teluk Bintuni juga menyerahkan sarana speed boat kepada Pangkalan TNI Angkatan Laut dan Polres Teluk Bintuni, sebagai dukungan nyata terhadap pengamanan wilayah perairan, penanganan kondisi darurat, serta peningkatan keselamatan transportasi laut.
Anggota Komisi XII DPR RI, drg. Alfons Manibuy, DESS, memberikan apresiasi mendalam atas dimulainya proyek ini. Menurutnya, Pelabuhan Babo memiliki posisi sangat strategis karena berada di kawasan penyangga industri strategis nasional, termasuk LNG Tangguh, sehingga berpotensi besar menjadi pusat jasa dan pelayanan yang mendukung investasi sekaligus mengangkat ekonomi masyarakat.
“Pemerintahan yang baik adalah pemerintahan yang berkelanjutan. Siapa pun pemimpinnya, pembangunan harus terus berjalan demi kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Alfons juga mendorong perusahaan-perusahaan yang beroperasi di kawasan ini untuk memperluas kemitraan dengan masyarakat lokal, agar manfaat kehadiran investasi dapat dirasakan secara lebih nyata dan merata.
“Jangan sampai daerah ini hanya menjadi tempat aktivitas industri tanpa memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat lokal. Mari kita pastikan warga Babo dan Teluk Bintuni benar-benar ikut tumbuh dan berkah bersama kemajuan daerahnya,” pesannya.
Kegiatan ditutup dengan prosesi simbolis peletakan batu pertama, penandatanganan dokumen pembangunan, serta penyerahan speed boat — wujud komitmen bersama memperkuat konektivitas, meningkatkan pelayanan publik, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Kabupaten Teluk Bintuni.
Semoga pembangunan berjalan lancar, selesai tepat waktu, dan membawa berkah serta kemajuan bagi seluruh masyarakat Teluk Bintuni. ( AL )
