Akses Pendidikan Inklusif Semakin Dekat: DPR Papua Barat Tinjau Lokasi Pembangunan SLB Teluk Bintuni
Sinarpapua.com, TELUK BINTUNI — Upaya pemerataan layanan pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus, memasuki babak baru di Kabupaten Teluk Bintuni. Dewan Perwakilan Rakyat Papua Barat (DPRPB) melalui Komisi II melakukan kunjungan kerja peninjauan lokasi pembangunan Sekolah Luar Biasa (SLB), sebuah fasilitas pendidikan yang telah lama dinantikan kehadirannya di wilayah ini.
Rombongan dipimpin langsung oleh Wakil Ketua II DPR Papua Barat, Syamsudin Seknun, S.Sos., S.H., M.H., didampingi pimpinan dan anggota Komisi II, serta perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat. Kunjungan ini bukan sekadar peninjauan fisik, melainkan wujud nyata fungsi pengawasan dan dorongan agar program strategis pendidikan di daerah segera terwujud.
Dalam pernyataannya, Syamsudin Seknun menegaskan bahwa pembangunan SLB ini merupakan amanah dan tanggung jawab Pemerintah Provinsi Papua Barat, yang telah dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2026.
“Pembangunan SLB ini merupakan tanggung jawab pemerintah provinsi sesuai dengan kewenangannya. Karena itu, kami dari Komisi II mendorong agar program ini mendapat perhatian dan dapat direalisasikan,” ujarnya.
Ia juga memuji langkah responsif Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni di bawah pimpinan Bupati, yang telah memfasilitasi penyediaan lahan sebagai bentuk dukungan bersama. Sinergi antar-pemerintah daerah ini dinilai krusial agar proses pembangunan dapat berjalan lancar dan tepat waktu.
Lokasi yang telah disiapkan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni berada di Kampung Lama, yang dipilih setelah mempertimbangkan kemudahan akses bagi masyarakat dari berbagai penjuru. Sebelumnya, tiga opsi lokasi telah dikaji secara matang. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Teluk Bintuni, Dr. Henry D. Kapuangan, S.Pd., S.IP., M.M., menyampaikan kesiapan penuh pemerintah daerah dan berharap kerjasama lintas tingkat pemerintahan ini menghasilkan fasilitas yang benar-benar bermanfaat.
“Kami mempertimbangkan lokasi yang mudah diakses oleh seluruh masyarakat. Semoga sinergi ini dapat mempercepat realisasi pembangunan SLB,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMA dan Pendidikan Layanan Khusus Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat, Aljon Sinaga, ST., M.Ling., menjelaskan bahwa pada tahap awal pembangunan tahun 2026, akan dibangun tiga unit fasilitas utama: ruang kantor guru, ruang kelas baru, dan perpustakaan. Pembangunan dilakukan secara bertahap dengan tetap berpegang pada standar fasilitas pendidikan yang layak.
Setelah fasilitas terbangun, langkah selanjutnya yang tak kalah penting adalah pendataan menyeluruh terhadap anak-anak berkebutuhan khusus di seluruh wilayah Teluk Bintuni. Harapannya, tidak ada satu pun anak yang terabaikan dari akses pendidikan yang menjadi hak konstitusional setiap warga negara.
“Harapan kami, ketika bangunan ini sudah siap, Dinas Pendidikan Kabupaten Teluk Bintuni dapat mendata berapa jumlah anak berkebutuhan khusus yang membutuhkan layanan pendidikan. Dengan demikian, mereka bisa terakomodasi dan memperoleh hak pendidikan yang layak,” tambah Syamsudin Seknun.
Pembangunan SLB di Teluk Bintuni diharapkan dapat menyelesaikan kesenjangan akses pendidikan yang selama ini dirasakan masyarakat. Kehadiran fasilitas ini bukan sekadar soal bangunan fisik, melainkan perwujudan keadilan sosial — memastikan setiap anak, tanpa terkecuali, memiliki ruang untuk tumbuh, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih bermartabat.( AL )
