Sinarpapua.com, TELUK BINTUNI — Suasana penuh semangat sekaligus khidmat menyelimuti Aula Kantor KPU Teluk Bintuni, Sabtu (3/10/2026). Di sana, Ikatan Pemuda Maluku (IPM) Kabupaten Teluk Bintuni resmi menggelar Musyawarah Daerah ke-III — sebuah momen bersejarah yang bukan sekadar pergantian pucuk pimpinan, melainkan pengukuhan kembali ikatan persaudaraan di tengah keberagaman.
Mengusung tema “Bersatu, Berbudaya, Membangun Teluk Bintuni yang Serasi”, pertemuan ini menjadi wadah bagi para pemuda Maluku untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, merumuskan arah gerak ke depan, sekaligus memilih pemimpin baru dari empat kandidat yang telah lolos verifikasi.
Ketua Kerukunan Maluku Kabupaten Teluk Bintuni, Dr. Daniel Balubun, dalam sambutannya menegaskan bahwa keberadaan organisasi ini lahir dari kebutuhan mendesak masyarakat Maluku di Tanah Sisar Matiti untuk memiliki rumah bersama.
“Organisasi kerukunan ini bukan sekadar simbol. Ia lahir dari keinginan kita untuk berdiri tegak, bersatu, dan berkontribusi bagi daerah yang kita cintai,” ujarnya di hadapan ratusan peserta.
Namun, perjalanan IPM tak selamanya mulus. Beragam dinamika muncul, termasuk tumbuhnya pemisahan berbasis asal daerah atau wilayah. Menurut Daniel, inilah ujian nyata rasa persaudaraan.
“Jangan jadikan forum ini sebagai ajang untuk saling menjatuhkan atau memecah belah. Siapa pun yang terpilih nanti, ia adalah pemimpin kita semua,” tegasnya, disambut tepuk tangan peserta.
Dalam proses pemilihan, Dr. Daniel menyatakan tidak memberikan rekomendasi kepada salah satu dari empat kandidat. Keputusan sepenuhnya diserahkan kepada musyawarah peserta, agar lahir pemimpin yang benar-benar dipercaya dan diakui keabsahannya.
“Setiap peserta memiliki hak menentukan pilihan. Biarkan suara hati dan akal sehat yang menjadi penunjuk jalan,” ucapnya.
Ia berharap setelah proses pemilihan usai, tidak ada lagi kubu atau perpecahan. Yang terpilih dijalankan dengan amanah; yang belum terpilih tetap berdiri tegak sebagai saudara yang mendukung kemajuan bersama.
“Kita adalah orang Maluku — satu darah, satu tujuan, satu masa depan. Mari kita buktikan bahwa di Teluk Bintuni, keberagaman bukan alasan terpecah, melainkan kekuatan untuk membangun,” pesan penutup Daniel yang menggema di ruangan itu.
Musda III IPM Teluk Bintuni diharapkan tidak hanya melahirkan ketua baru, tetapi juga menyatukan kembali seluruh elemen pemuda Maluku untuk turut serta berperan aktif dalam pembangunan Kabupaten Teluk Bintuni — tanah yang telah menjadi rumah kedua bagi mereka. ( AL )
