Sinarpapua.com | MAKASSAR — Kabar duka mendalam menyelimuti seluruh warga Kota Makassar. Tiga orang siswa SD Galangan Kapal II menjadi korban kecelakaan lalu lintas yang terjadi kemarin. Dua di antaranya meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara satu siswa lainnya saat ini masih dirawat di rumah sakit dalam keadaan kritis.
Peristiwa tragis itu berlangsung tepat di kawasan Jembatan Galangan Kapal — lokasi yang setiap harinya dipadati antrean kendaraan besar menunggu pasokan BBM Solar. Antrean yang memanjang dan menumpuk tepat di atas badan jembatan yang sempit terus-menerus menyempitkan ruang gerak jalan, membahayakan siapa saja yang melintas, termasuk anak-anak yang berangkat dan pulang sekolah.
Warga sekitar telah berulang kali menyampaikan keprihatinan mereka: antrean BBM Solar di SPBU Galangan Kapal yang meluber hingga ke atas jembatan setiap hari bukan sekadar mengganggu kelancaran, melainkan menempatkan keselamatan warga dalam bahaya nyata. Seharusnya pihak pengelola SPBU mengeluarkan imbauan tegas agar antrean tidak menumpuk di atas jembatan demi keselamatan bersama. Namun peringatan itu tidak kunjung ditindaklanjuti, dan kini tiga nyawa anak-anak kita menjadi taruhannya.
Menyikapi peristiwa tersebut, penulis menyampaikan laporan dan konfirmasi langsung kepada Wali Kota Makassar, Bapak Munafri Arifudin. Beliau merespons laporan tersebut dengan cepat dan serius, menandakan bahwa persoalan ini menjadi perhatian mendesak yang tidak dapat diabaikan lagi.
“Kehilangan dua nyawa anak-anak ini adalah duka yang tak tergantikan bagi seluruh warga Makassar. Sementara itu, kami turut mendoakan kesembuhan anak kami yang masih berjuang melawan sakit di rumah sakit. Tanggapan cepat dari Bapak Wali Kota Munafri Arifudin menjadi langkah awal yang diharapkan diikuti tindakan nyata segera. Penataan antrean BBM, pengalihan jalur kendaraan berat, serta pengamanan jembatan harus dilaksanakan tanpa penundaan. Tidak boleh ada lagi nyawa yang terenggut sia-sia,” ujar penulis.
Kini harapan seluruh masyarakat tertuju pada langkah konkret yang segera diambil Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Bapak Munafri Arifudin, bersama pihak pengelola SPBU dan kepolisian. Jembatan Galangan Kapal harus kembali menjadi jalur yang aman dilalui semua orang, bukan tempat yang menakutkan dan mematikan.
(Sinarpapua.com / Makassar)
Penulis: Ahli Sahra, S.Pd.I
