Sinarpapua.com,TELUK BINTUNI – Sebuah harmoni yang memadukan luhurnya nilai iman dan eratnya ikatan persaudaraan kini menggema di tanah Teluk Bintuni. Gedung Serba Guna Kabupaten setempat pada Selasa (7/7) secara resmi menjadi saksi pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparawi) Katolik IV Tingkat Provinsi Papua Barat—sebuah ajang yang bukan sekadar kompetisi seni, melainkan manifestasi nyata dari semangat bersatu dalam keragaman yang menjadi napas kehidupan masyarakat tanah Papua.
Mengusung tema agung “Memuliakan Tuhan, Menguatkan Persaudaraan di Tanah Papua Barat” dengan subtema “Melestarikan Liturgi, Menghidupkan Iman,” kegiatan ini menjadi wadah suci bagi umat Katolik untuk meneguhkan iman sekaligus memperkuat jalinan persaudaraan lintas wilayah di seantero Papua Barat. Kehadiran enam kontingen yang mewakili berbagai kabupaten—Manokwari Selatan, Teluk Wondama, Manokwari, Fakfak, Kaimana, serta tuan rumah Teluk Bintuni—menjadi bukti luasnya kebersamaan yang dipelihara dalam semangat kekeluargaan.
Dalam laporan resminya, Ketua Panitia Penyelenggara, Joko Lingara, menegaskan bahwa ajang ini dirancang bukan hanya untuk mencari keunggulan dalam seni vokal semata, melainkan memiliki misi yang lebih mendasar: memuliakan Sang Pencipta melalui nada dan syair pujian, mengokohkan kualitas penghayatan iman serta tata cara ibadah yang benar, merajut kebersamaan yang kian kokoh terkhusus di kalangan generasi muda sebagai penerus nilai luhur, melestarikan kekayaan seni budaya gerejawi yang merupakan bagian tak terpisahkan dari warisan rohani, sekaligus menjaring wakil terbaik yang akan membawa nama Provinsi Papua Barat di kancah Pesparawi Katolik Tingkat Nasional nanti. Lebih dari itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu menjembatani sinergi yang harmonis antara pemerintah daerah dengan segenap pemangku kepentingan dalam membangun peradaban masyarakat yang berlandaskan iman dan berbudaya luhur.
Penyelenggaraan ajang bergengsi ini akan berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 7 hingga 10 Juli 2026, dengan sejumlah tempat perlombaan yang tersebar di wilayah Kabupaten Teluk Bintuni. Terdapat empat mata lomba yang akan dipertandingkan secara ketat namun penuh kekeluargaan, mencakup beragam kategori paduan suara, penampilan mazmur, serta cerdas cermat yang terbagi ke dalam ranah pengetahuan rohani dan pemahaman mendalam mengenai isi Kitab Suci—seluruhnya dilaksanakan dengan berpedoman pada petunjuk teknis yang baku dari lembaga penyelenggara pusat. Keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini pun tak lepas dari dukungan nyata yang diberikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Teluk Bintuni, serta dukungan tulus dari berbagai pihak berupa sponsor dan sumbangan sukarela dari para donatur yang peduli terhadap kelestarian nilai-nilai keagamaan dan kebudayaan.
Sambut hangat disampaikan langsung oleh Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, SE., MM., yang menyatakan kehadiran seluruh peserta, dewan juri, tamu undangan, dan masyarakat luas sebagai sebuah sukacita yang luar biasa sekaligus kehormatan bagi seluruh warganya. “Teluk Bintuni adalah rumah yang senantiasa membuka lebar pintu penyambutan bagi siapa saja yang datang dengan niat baik, tanpa memandang asal usul maupun latar belakang,” ujarnya dengan nada penuh keramahan.
Bupati turut menggambarkan wilayah yang dipimpinnya sebagai sebuah ruang kehidupan yang subur ditumbuhi keberagaman, di mana toleransi antarumat beragama senantiasa dijaga sebagai fondasi kokoh keharmonisan bermasyarakat. Menurutnya, tema yang diusung dalam Pesparawi kali ini bukanlah sekadar rangkaian kata yang indah di atas kertas, melainkan cerminan nyata dari keseharian masyarakat yang hidup rukun berdampingan meski berbeda suku, budaya, maupun keyakinan.
“Memuliakan Tuhan sejatinya tidak hanya terpatri di dalam ruang ibadah semata, melainkan terwujud pula dalam setiap sikap dan perbuatan kita sehari-hari: dalam cara kita saling menghormati, menjaga satu sama lain, menguatkan di saat lemah, dan mengasihi tanpa batas di tengah keberagaman masyarakat,” tegas Yohanis.
Kehadiran semangat toleransi itu pun terlihat nyata sejak tahap persiapan hingga saat pelaksanaan pembukaan ini, di mana partisipasi aktif datang dari berbagai elemen masyarakat tanpa terkecuali—termasuk pula saudara-saudara pemeluk agama lain yang turut mendukung kelancaran kegiatan ini dengan sukacita. “Ketika satu kelompok masyarakat tengah merayakan sukacitanya, maka itulah saatnya bagi seluruh warga untuk ikut bergembira bersama. Inilah wajah asli dari Teluk Bintuni yang senantiasa kami jaga dan lestarikan,” tambahnya dengan penuh kebanggaan.
Melalui kesempatan ini, Bupati berharap setiap peserta tidak hanya membawa pulang penghargaan atas prestasi yang diraih, namun juga menyimpan kenangan mendalam mengenai keramahan dan kehangatan masyarakat Teluk Bintuni yang senantiasa menyambut sesama sebagai keluarga. Ia pun mengajak segenap pihak untuk senantiasa menjunjung tinggi sportivitas, menghargai setiap karya dan penampilan yang ditampilkan, serta menjadikan ajang ini sebagai sarana pengukuhan ikatan persaudaraan sekaligus pendalaman kualitas iman masing-masing. Di penghujung sambutannya, pantun yang disampaikan secara lisan turut memecah kehangatan suasana, menandakan kedekatan emosional dan semangat persaudaraan yang tanpa sekat.
Melengkapi rangkaian pembukaan ini, tersemat harapan luhur agar penyelenggaraan Pesparawi Katolik IV Tingkat Provinsi Papua Barat ini mampu menanamkan nilai-nilai persaudaraan, toleransi, dan kasih yang menjadi ajaran utama Kristus semakin merata di tengah masyarakat. Nilai-nilai mulia ini diharapkan kelak mampu menjadi kekuatan pendorong sekaligus kontribusi nyata dalam mewujudkan cita-cita luhur pembangunan Provinsi Papua Barat yang senantiasa aman, damai, sejahtera, serta hidup dalam keharmonisan yang abadi. ( AL )
