Sinarpapua.com,SORONG – Semangat berqurban masyarakat Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, pada tahun 2026 Masehi atau 1447 Hijriah tercatat sangat tinggi. Berdasarkan hasil pendataan dan laporan yang telah dihimpun dari berbagai masjid, lembaga, serta kelompok masyarakat, jumlah hewan qurban yang telah terdata mencapai ratusan ekor dengan nilai yang cukup fantastis.
Informasi ini disampaikan oleh Ustad Agung Ilaha, yang juga bertindak sebagai pencatat dan penghimpun data lapangan, merangkum laporan dari seluruh pengurus masjid dan kontributor di berbagai wilayah Kota Sorong. Data ini mencakup inventarisasi hewan qurban yang tersebar di 112 titik lokasi, mulai dari masjid besar, perumahan, instansi pemerintahan, hingga lingkungan militer dan pendidikan.
Dalam laporannya, tercatat secara rinci bahwa jumlah hewan qurban yang telah masuk datanya terdiri dari 434 ekor sapi dan 28 ekor kambing.
“Berdasarkan data yang kami rangkum dari laporan pengurus masjid dan kontributor lapangan di seluruh penjuru Kota Sorong, tercatat sebanyak 434 ekor sapi dan 28 ekor kambing yang disiapkan untuk pelaksanaan ibadah qurban tahun ini. Angka ini merupakan hasil rekapitulasi dari 112 lokasi pelaksanaan qurban,” ungkap Ustad Agung Ilaha, Kamis (28/5/2026).
Jika dihitung berdasarkan nilai rata-rata harga pasaran saat ini, nilai dari seluruh hewan qurban tersebut mencapai angka yang sangat signifikan. Dengan asumsi rata-rata harga satu ekor sapi mencapai Rp 17.500.000, maka total nilai sapi yang ada mencapai Rp 7.595.000.000 (tujuh miliar lima ratus sembilan puluh lima juta rupiah). Sementara itu, untuk kambing dengan rata-rata harga Rp 4.000.000 per ekor, total nilainya mencapai Rp 112.000.000 (seratus dua belas juta rupiah).
Beberapa lokasi tercatat memiliki jumlah hewan qurban yang cukup banyak, menunjukkan tingginya kepedulian dan kemampuan ekonomi masyarakat setempat. Di antaranya adalah Yayasan Yakesma dengan 26 ekor sapi, Masjid Quba dan Masjid Raodah KM 8 masing-masing dengan 20 ekor sapi, serta Masjid Baitussalam KM yang menyiapkan 12 ekor sapi. Selain itu, instansi seperti KODAERAL XIV Sorong dan YONIF juga turut berkontribusi masing-masing 8 dan 4 ekor sapi.
Meski angka yang tercatat saat ini sudah sangat besar, Ustad Agung Ilaha menyebutkan bahwa data ini belum sepenuhnya final. Masih terdapat perkiraan data yang belum masuk atau terlewatkan, berkisar antara 5 hingga 10 persen dari jumlah yang ada saat ini. Artinya, jumlah hewan qurban yang sebenarnya di lapangan kemungkinan besar akan lebih banyak lagi.
“Perlu kami sampaikan bahwa data ini masih bersifat laporan yang masuk. Diperkirakan masih ada sekitar 5 sampai 10 persen data dari lokasi-lokasi tertentu yang belum terlaporkan secara resmi ke kami. Jadi, angka aslinya bisa jadi lebih tinggi lagi dari yang tercatat saat ini,” tambahnya.
Data ini dihimpun langsung berdasarkan laporan resmi dari pengurus masjid dan kontributor lapangan di setiap wilayah, sehingga diharapkan menjadi gambaran yang akurat mengenai antusiasme masyarakat Kota Sorong dalam menyambut Hari Raya Idul Adha tahun ini.
Peningkatan jumlah hewan qurban ini menjadi indikator positif terhadap pemulihan ekonomi serta kepedulian sosial masyarakat Kota Sorong untuk berbagi rezeki dengan sesama, khususnya kepada mereka yang berhak menerima.
Rincian data terperinci mencakup antara lain:
Masjid Raya (6 Sapi, 3 Kambing), Al Hikmah HI (4 Sapi, 1 Kambing), Baitussalam KM (12 Sapi), Al Aqsha (8 Sapi, 2 Kambing), Quba (20 Sapi), Raodah KM 8 (20 Sapi), serta puluhan masjid dan kelompok masyarakat lainnya hingga titik terakhir di MI Al Ma’arif (1 Sapi).
Dengan tersusunnya data ini, diharapkan pelaksanaan penyembelihan dan pendistribusian daging qurban nantinya dapat berjalan lebih tertib, merata, dan tepat sasaran di seluruh wilayah Kota Sorong. ( AL )
