Sinarpapua.com, Teluk Bintuni – Kehadiran pers di wilayah Teluk Bintuni dinilai memiliki peran krusial sebagai pilar transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tahapan pembangunan yang dilaksanakan. Hal ini disampaikan secara tegas oleh Ketua Lembaga Masyarakat Adat Sebyar, Nuh Inai, saat menerima kunjungan silaturahmi pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Teluk Bintuni di kediamannya, yang terletak di Kompleks Kampung Lama, pada Jumat (15/5/2026) malam.
Dalam pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan penuh makna tersebut, Nuh Inai menyampaikan apresiasi serta penghargaan yang mendalam atas dedikasi para wartawan yang tergabung dalam PWI Teluk Bintuni. Menurutnya, keberadaan pers bukan sekadar menjadi penyampai informasi, melainkan menjadi mitra sejati sekaligus pengawal yang memastikan setiap program pembangunan berjalan pada jalur yang benar, sesuai rencana, serta memberikan manfaat yang nyata bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok masyarakat adat yang menjadi salah satu pemangku kepentingan utama di wilayah ini.
“Dari hati yang terdalam, kami dari Lembaga Masyarakat Adat Sebyar sangat mengapresiasi kerja keras, ketekunan, dan tanggung jawab yang ditunjukkan oleh rekan-rekan wartawan PWI Teluk Bintuni. Kalian bukan hanya pencari dan penulis berita, melainkan mata dan telinga kami serta masyarakat luas. Melalui informasi yang benar, akurat, dan berimbang yang kalian sajikan, kami dapat memastikan tidak ada hal yang tersembunyi, tidak ada langkah yang menyimpang, dan setiap kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat. Peran kalian sangat menentukan agar hasil pembangunan dapat dirasakan secara adil dan merata hingga ke pelosok wilayah,” ujar Nuh Inai dengan nada penuh penghargaan.
Lebih jauh, Nuh Inai juga menyampaikan harapan agar PWI Teluk Bintuni senantiasa menjaga integritas tinggi serta berpegang teguh pada kode etik jurnalistik dalam setiap liputan dan pemberitaannya. Ia menekankan pentingnya mempererat jalinan komunikasi dan kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk lembaga adat, agar informasi yang disampaikan tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga mampu menjadi jembatan penghubung antara pemerintah, masyarakat adat, dan seluruh pemangku kepentingan. Sinergi ini, menurutnya, adalah kunci utama untuk mewujudkan kemajuan daerah yang berkelanjutan dan berakar pada nilai-nilai kearifan lokal.
Menanggapi apresiasi dan masukan tersebut, Ketua PWI Teluk Bintuni, Adrian Kairupan, menyambut baik dukungan sekaligus arahan yang disampaikan oleh perwakilan lembaga adat. Ia menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya memiliki komitmen kuat untuk senantiasa menjalankan fungsi, peran, dan tanggung jawab secara profesional, objektif, dan bertanggung jawab.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya atas apresiasi, saran, dan masukan berharga yang telah disampaikan kepada kami. Hal ini menjadi penyemangat sekaligus pengingat bagi seluruh anggota PWI Teluk Bintuni untuk terus berkembang menjadi wadah pers yang berkualitas, berintegritas, dan terpercaya. Ke depannya, kami bertekad untuk semakin aktif mengawal ruang-ruang demokrasi, menampung dan menyuarakan aspirasi publik secara partisipatif, serta turut berperan dalam mendorong kemajuan daerah. Semua langkah itu akan kami jalankan dengan tetap berlandaskan kaidah jurnalistik dan etika profesi yang berlaku,” tegas Adrian Kairupan.
Pertemuan silaturahmi tersebut ditutup dengan diskusi yang konstruktif dan tukar pikiran yang mendalam mengenai berbagai isu strategis yang berkembang di tengah masyarakat. Momen ini sekaligus menjadi tonggak penguatan sinergi yang erat antara lembaga pers dan lembaga adat di Teluk Bintuni, demi mewujudkan tata kelola pembangunan yang transparan, akuntabel, dan berpihak pada kesejahteraan bersama. (AL)
