LMA Weriagar Tegas Tolak Rumah BP Tangguh, Desak Bangun Rumah Kayu Besi Sesuai Kesepakatan

Uncategorized

Sinarpapua.com, BINTUNI, Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Distrik Weriagar, Arnoldus Hindom, menolak keras rencana pembangunan rumah program BP Tangguh di Distrik Weriagar, Kabupaten Teluk Bintuni, yang akan menggunakan konstruksi baja ringan dan asbes.

Menurut Arnoldus, model rumah yang ditawarkan tidak sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat bersama masyarakat adat dalam dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Ia menegaskan, masyarakat hanya menerima pembangunan rumah kayu besi sebagaimana yang telah disepakati sejak awal.

“Kami menolak rumah yang menggunakan baja ringan dan asbes. Dalam dokumen AMDAL yang kami sepakati tidak pernah disebutkan rumah seperti ini. Yang disepakati adalah rumah kayu besi yang kuat dan tahan lama,”kaya Arnoldus kepada wartawan, Kamis (9/7/2026).

Ketua LMA Distrik Weriagar itu menilai, meskipun tampilan fisik rumah tersebut terlihat modern, kualitas material yang digunakan dinilai tidak mampu menjamin ketahanan bangunan dalam jangka panjang, terutama dengan kondisi geografis dan iklim di wilayah Weriagar.

“Kelihatannya memang bagus, tetapi kami melihat kualitas bahannya tidak sekuat rumah kayu besi. Kami tidak ingin masyarakat menerima rumah yang nantinya cepat rusak,” ujarnya.

Arnoldus juga meminta pemerintah daerah dan pihak BP Tangguh menghormati hasil kesepakatan yang telah dituangkan dalam dokumen AMDAL, karena menurutnya dokumen tersebut merupakan dasar yang telah disetujui bersama antara perusahaan dan masyarakat terdampak.

“Kami minta BP Tangguh jangan mengubah kesepakatan yang sudah dibuat. Rumah yang dibangun harus sesuai dengan yang tertuang dalam AMDAL, bukan diganti dengan spesifikasi lain,” katanya.

Ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang mencoba memengaruhi masyarakat untuk menerima bangunan yang dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan dan kesepakatan awal.

“Jangan mempengaruhi masyarakat dengan hal-hal yang tidak sesuai. Kami tetap pada pendirian bahwa rumah yang kami terima adalah rumah kayu besi sesuai hasil kesepakatan. Rumah dengan baja ringan dan asbes kami tolak,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *