Sinarpapua.com,TELUK BINTUNI – Suasana khidmat dan penuh kehangatan menyelimuti peringatan Tasyakuran Milad ke-109 ‘Aisyiyah tingkat nasional yang beriringan dengan Milad ke-20 ‘Aisyiyah Kabupaten Teluk Bintuni, yang digelar di lingkungan SMA Muhammadiyah Teluk Bintuni, Jumat (29/5/2026). Kehadiran tokoh-tokoh pemimpin daerah terdahulu menambah makna mendalam pada perayaan yang sarat nilai keagamaan dan kebangsaan ini.
Mantan Bupati Teluk Bintuni, Petrus Kasihiw, bersama mantan Wakil Bupati, Matret Kokop, turut hadir dan menjadi bagian dari keluarga besar Muhammadiyah serta masyarakat yang berkumpul dalam momentum istimewa tersebut. Kehadiran mereka bukan sekadar bentuk partisipasi, melainkan wujud nyata keberlanjutan persaudaraan dan kepedulian terhadap kemajuan daerah yang pernah mereka pimpin bersama.
Dalam pandangan yang disampaikannya, Petrus Kasihiw mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaan yang mendalam dapat kembali bertatap muka dan berinteraksi langsung dengan masyarakat Teluk Bintuni. Momen ini dinilainya sangat bersejarah dan penuh berkah, terlebih dengan kehadiran tokoh nasional, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed.
“Suasana hari ini sungguh luar biasa dan penuh makna. Bersama Bapak Matret Kokop, kami merasa bahagia dan terhormat dapat kembali hadir di tengah masyarakat yang pernah kami layani. Kehadiran Bapak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, yang juga merupakan pemimpin di lingkungan Muhammadiyah, menjadi sebuah pertanda baik dan angin segar bagi kemajuan Teluk Bintuni ke depan,” tutur Petrus dengan nada bersahaja dan penuh optimisme.
Dalam renungannya mengenai arah kemajuan daerah, Petrus menegaskan bahwa sektor pendidikan memegang peranan yang tak tergantikan sebagai fondasi utama peradaban dan kemajuan suatu wilayah. Ia menyebut pendidikan sebagai “jendela dunia” yang telah membuka cakrawala pengetahuan dan membawa transformasi nyata bagi perkembangan Kabupaten Teluk Bintuni hingga mencapai fase kemajuan seperti saat ini.
“Kita semua menyadari betul bahwa kemajuan yang telah diraih Teluk Bintuni hingga hari ini tak lepas dari peran penting pendidikan. Pendidikanlah yang menjadi cahaya penuntun dan jendela bagi kita untuk mengenal dunia, membuka peluang, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Oleh sebab itu, perhatian terhadap sektor ini harus senantiasa menjadi prioritas dalam setiap langkah pembangunan,” ujarnya.
Sebagai tokoh yang telah berpengalaman mengemudikan roda pemerintahan, Petrus Kasihiw menyampaikan dukungan penuh dan kepercayaan yang tulus terhadap kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Teluk Bintuni saat ini, Yohanis Manibuy dan Joko Lingara. Ia memandang bahwa estafet kepemimpinan adalah sunnatullah dan bagian dari dinamika pembangunan yang harus dijalani dengan semangat kebersamaan.
Ia mengakui bahwa konteks dan tantangan yang dihadapi pemerintahan saat ini memiliki corak yang berbeda dibandingkan dengan masa pengabdiannya terdahulu, khususnya dalam menghadapi gelombang tantangan ekonomi yang dirasakan secara luas. Meski demikian, ia memandang hal ini sebagai ujian yang harus dihadapi dengan ketabahan dan kerja keras, dan bersyukur bahwa hingga kini roda pemerintahan tetap berjalan stabil serta kehidupan masyarakat tetap berlangsung dengan tertib dan damai.
“Tentu kita paham bahwa setiap masa memiliki tantangannya masing-masing. Kondisi ekonomi saat ini menghadirkan tantangan yang cukup berat dan luar biasa. Namun, di tengah segala keterbatasan dan ujian tersebut, kita patut bersyukur bahwa pemerintahan tetap tegak berjalan, pelayanan publik tetap terjaga, dan masyarakat masih dapat menjalankan aktivitas kehidupannya dengan baik. Ini adalah bukti kekuatan kita sebagai satu kesatuan,” ungkapnya dengan bijak.
Menjelang peringatan hari ulang tahun Kabupaten Teluk Bintuni yang ke-23, Petrus menyampaikan harapan tulusnya agar pemerintah daerah senantiasa memiliki telinga yang peka dan hati yang merespons terhadap setiap aspirasi, harapan, maupun keluhan yang disampaikan oleh segenap lapisan masyarakat. Baginya, pemimpin di mata masyarakat adalah sosok orang tua yang diharapkan hadir untuk mendengar, memahami, dan memberikan solusi terbaik atas setiap persoalan yang muncul.
Secara khusus, ia juga menaruh perhatian besar terhadap keberlanjutan kebijakan strategis di bidang pendidikan, yang telah menjadi salah satu tonggak keberhasilan pembangunan daerah sebelumnya. Ia berharap program pendidikan gratis yang telah dirintis dan dibangun dengan penuh kesungguhan, mencakup jenjang mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi, dapat terus dijaga, dilanjutkan, dan ditingkatkan kualitasnya oleh pemerintahan yang sedang berjalan saat ini.
“Apa yang telah kita bangun bersama di masa lalu, khususnya kebijakan mulia pendidikan gratis bagi seluruh anak bangsa di tanah ini, adalah warisan yang sangat berharga. Mudah-mudahan apa yang baik ini dapat diteruskan, dipelihara, dan ditingkatkan mutunya oleh Bapak Bupati dan Wakil Bupati, demi masa depan gemilang anak-anak Teluk Bintuni dan kelangsungan hidup generasi penerus kita,” harapnya.
Di akhir penyampaiannya, Petrus Kasihiw menegaskan sebuah pandangan yang mendasar bahwa setiap pemimpin memiliki gaya, cara, dan pola kepemimpinan yang khas sesuai dengan tantangan zamannya. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memiliki kearifan dalam memahami dinamika yang ada, serta menyatukan tekad untuk bergotong royong mendukung setiap langkah pembangunan demi kemajuan bersama.
“Mari kita buang segala perbedaan yang memisahkan, dan mari kita rangkul persamaan yang menyatukan. Dukungan kita terhadap pemerintahan saat ini adalah dukungan terhadap masa depan daerah kita sendiri. Teluk Bintuni adalah rumah kita, tanah kelahiran kita, dan aset berharga yang kita miliki bersama. Sudah menjadi kewajiban kita semua untuk menjaga, merawat, dan memajukannya demi kebaikan kita semua,” pungkasnya dengan tegas namun bersahaja.( AL )
