TELUK BINTUNI — Sinarpapua.com — Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya Kabupaten Teluk Bintuni resmi menggelar Musyawarah Daerah ke-V di Gedung Syar’i Sisar Matiti, SP 5, pada Jumat (21/8/2026). Agenda lima tahunan ini bukan sekadar pergantian struktur kepengurusan, melainkan titik balik evaluasi perjalanan organisasi, peneguhan komitmen pengabdian, serta pembukaan ruang luas bagi regenerasi kepemimpinan yang sehat dan berkelanjutan.
Musda ini menjadi wadah strategis untuk meninjau kembali capaian dan pelajaran masa lalu, sekaligus merumuskan arah perjuangan partai yang lebih relevan, responsif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat Teluk Bintuni ke depan.
Ketua Harian DPD Partai Golkar Kabupaten Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, S.E., M.H., menegaskan bahwa Musda bukan sekadar seremonial rutin lima tahunan. Lebih dari itu, momen ini adalah cermin kematangan organisasi dalam menilai apa yang telah dikerjakan dan menentukan ke mana arah perjuangan partai sesungguhnya ditujukan.
“Kita harus menengok kembali perjalanan yang telah dilalui, apa yang telah kita wujudkan, dan yang paling penting: ke mana Partai Golkar Teluk Bintuni akan melangkah setelah hari ini,” ujarnya.
Menyadari dinamika politik yang beragam, Yohanis mengajak seluruh kader menjadikan setiap pengalaman sebagai pembelajaran untuk memperkokoh persaudaraan internal. Ia berharap Musda V melahirkan kepemimpinan baru yang tidak hanya kuat secara struktur, tetapi juga mampu melanjutkan budaya kerja nyata di tengah masyarakat.
“Musda ini saya harapkan bukan hanya melahirkan pemimpin baru, melainkan menjadi ruang evaluasi jujur dan penyusunan langkah perjuangan yang lebih terarah,” tegasnya.
Lebih jauh, Yohanis menegaskan Golkar harus menjadi rumah besar yang merangkul semua kalangan, sekaligus membuka peluang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk belajar, berkarya, dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan. Politik sejatinya adalah jalan pengabdian: memperjuangkan kesejahteraan, membuka lapangan kerja, meningkatkan mutu pendidikan, dan memajukan daerah.
“Generasi muda Teluk Bintuni harus haus ilmu, haus berkarya, dan siap memimpin. Kita tidak mencari siapa yang paling dekat dengan kita, melainkan siapa yang paling dekat dan paling peduli pada kepentingan rakyat,” tandasnya. Ia pun mengajak seluruh kader bekerja sepenuh hati, membangun kepercayaan, dan memastikan tidak ada satu pun warga yang tertinggal dalam pembangunan.
Sambutan resmi Bupati Teluk Bintuni yang dibacakan Wakil Bupati Joko Lingara menekankan bahwa regenerasi kepemimpinan bukan sekadar pergantian nama di kursi jabatan, melainkan wujud nyata keberlanjutan amanah pengabdian partai kepada masyarakat.
“Menyuntikkan kader muda berpotensi ke dalam kepengurusan hendaknya tidak dimaknai sekadar pergantian, melainkan sebagai jaminan bahwa semangat pengabdian terus berlanjut dan semakin kuat,” demikian pesan yang disampaikan.
Musda V diharapkan mampu menyaring figur-figur terbaik yang tidak hanya menjaga sejarah dan kehormatan partai, tetapi juga memperkuat persatuan serta membuka ruang tumbuh kembang yang lebih luas bagi generasi penerus. Siapa pun yang kelak dipercaya memimpin, diharapkan membawa semangat baru, merangkul seluruh elemen kader, dan membangun kemitraan yang inklusif dengan berbagai pihak.
Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Papua Barat, Samaun Dahlan, memberikan apresiasi mendalam kepada seluruh keluarga besar Golkar Teluk Bintuni atas kinerja dan kekompakan selama periode sebelumnya. Secara khusus, ia menyoroti keteladanan Yohanis Manibuy yang tetap setia mendampingi partai meski dalam perjalanan politik pernah tidak mendapatkan rekomendasi untuk maju kontestasi kepala daerah.
“Beliau pernah memimpin Golkar. Ketika belum diberi rekomendasi maju, beliau tidak pernah mundur, tidak kecewa, dan tetap berdiri bersama Partai Golkar. Itulah bentuk loyalitas sejati yang menjadi fondasi kokoh organisasi,” ungkap Samaun. Kesetiaan dan dedikasi itulah yang dinilai mampu menjaga posisi strategis Golkar di tengah persaingan politik yang semakin ketat.
Samaun juga menegaskan posisi penting Teluk Bintuni sebagai daerah penghasil sumber daya alam, khususnya minyak dan gas. Menurutnya, pembangunan dan pengelolaan kekayaan alam harus didasari prinsip keadilan: pihak yang menanggung dampak langsung haruslah yang paling utama menikmati manfaatnya.
“Kita tidak hanya bicara siapa yang untung, tapi juga siapa yang berkorban dan menanggung beban. Daerah penghasil wajib mendapatkan perhatian yang adil dan layak,” tegasnya. Partai Golkar berkomitmen terus memperjuangkan hak-hak konstitusional daerah penghasil tersebut.
Untuk kembali menjadi kekuatan politik yang dipercaya rakyat, Samaun mengajak seluruh kader berjuang meraih hati masyarakat melalui karya nyata, bukan sekadar janji semata.
Pemerintah daerah juga mengajak seluruh partai politik di Teluk Bintuni menjaga iklim demokrasi yang sehat. Perbedaan pandangan dan dukungan politik tidak boleh merenggangkan ikatan persaudaraan sesama anak bangsa.
“Mari kita berlomba menyajikan gagasan terbaik, berkompetisi dalam karya nyata, dan bersama-sama menjaga Teluk Bintuni tetap aman, damai, tenteram, dan sejahtera untuk kita semua,” pesan ini menguatkan semangat kebersamaan di tengah perbedaan pilihan.
Musda V ini ditutup dengan harapan lahirnya kepemimpinan baru yang mampu memperkokoh soliditas, memberdayakan kader muda, serta mendekatkan Partai Golkar semakin erat lagi di hati masyarakat Kabupaten Teluk Bintuni. ( AL )
