PPP Teluk Bintuni Mantapkan Langkah Menuju Pemilu, Bidik Enam Kursi dan Perkuat Dukungan Pemerintahan

Uncategorized

Sinarpapua.com,TELUK BINTUNI – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Teluk Bintuni secara resmi menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) VI sebagai wujud pelaksanaan amanat konstitusional partai. Mengusung tema agung “Transformasi PPP untuk Indonesia”, agenda lima tahunan ini berlangsung khidmat di Aula Kartini, Selasa (2/6/2026), menjadi panggung penting bagi regenerasi kepemimpinan dan perumusan strategi politik partai di wilayah pesisir utara Papua Barat.

Momen strategis ini dihadiri langsung oleh Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, jajaran pimpinan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Papua Barat yang diketuai Yasman Yasir, SE, para tokoh masyarakat, tokoh adat, elemen organisasi kemasyarakatan, serta ratusan kader yang hadir dari berbagai distrik se-Kabupaten Teluk Bintuni. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan posisi PPP sebagai salah satu kekuatan politik yang memiliki akar kuat dan relevansi tinggi dalam peta demokrasi lokal.

Dalam sambutannya yang sarat makna kebangsaan, Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, memberikan apresiasi tinggi terhadap terselenggaranya Muscab VI ini. Ia menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar agenda seremonial pergantian kepengurusan, melainkan ruang vital untuk melakukan evaluasi mendalam, konsolidasi kekuatan, serta merumuskan arah haluan perjuangan organisasi yang lebih relevan dengan tantangan zaman.

“Partai politik memegang posisi yang sangat strategis dan krusial sebagai pilar utama demokrasi, yang berfungsi menjembatani aspirasi masyarakat ke dalam sistem pengambilan kebijakan publik. Oleh karena itu, kualitas demokrasi yang kita bangun di daerah ini, sangat bergantung pada seberapa baik partai politik menjalankan fungsinya—mulai dari pendidikan politik bagi masyarakat, kaderisasi pemimpin yang berintegritas, hingga memperjuangkan kepentingan rakyat secara nyata,” ujar Yohanis di hadapan para kader.

Pemimpin nomor satu di Teluk Bintuni ini juga mengajak seluruh elemen politik, khususnya PPP, untuk senantiasa menjadi pelopor dalam membangun budaya politik yang santun, beretika, dan berorientasi pada kepentingan publik di atas segalanya. Menurutnya, politik yang bermartabat adalah kunci terciptanya stabilitas yang mendukung laju pembangunan.

Lebih jauh, Yohanis Manibuy menegaskan arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni yang kini tengah berfokus mewujudkan visi besar “Teluk Bintuni Smart dan Sejahtera”. Visi ini dibangun di atas empat pilar utama: kebersamaan, keberlanjutan, keadilan, dan kemajuan yang harus dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat, dari wilayah pesisir hingga pedalaman.

Ia menekankan, visi mulia ini tidak dapat diwujudkan sendirian oleh pemerintah, melainkan memerlukan sinergi dan kolaborasi erat dari seluruh elemen bangsa, termasuk partai politik sebagai mitra strategis pembangunan.

“Saya berharap, hasil dari Muscab ini adalah lahirnya kepengurusan yang solid, program kerja yang terukur dan terarah, serta komitmen yang kuat untuk memberikan pendidikan politik yang sehat dan mencerdaskan masyarakat. Partai harus hadir sebagai mitra kritis sekaligus pendukung setia bagi kemajuan daerah,” tegasnya.

Di akhir sambutan, Yohanis berpesan agar seluruh proses demokrasi internal dalam Muscab ini dilandasi semangat persaudaraan. Ia mengingatkan bahwa perbedaan pandangan adalah keniscayaan dalam organisasi, namun perbedaan itu harus dikelola menjadi kekuatan untuk memperkaya gagasan, bukan memecah persatuan.

“Perbedaan adalah bumbu demokrasi, mari kita jadikan itu kekuatan untuk memperkuat persatuan dan kualitas gagasan kita ke depan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPW PPP Papua Barat, Yasman Yasir, SE, dalam pidato politiknya memaparkan bahwa Muscab VI merupakan momen reorganisasi besar untuk menyegarkan kembali struktur kepemimpinan, mengevaluasi kinerja lima tahun terakhir, serta merancang peta jalan strategis partai ke depan.

Dalam rangka mewujudkan transformasi organisasi yang nyata, Yasman memperkenalkan konsep unggulan “Trikarta PPP” atau tiga kekuatan utama yang wajib dijadikan pedoman kerja oleh seluruh kader PPP di wilayah Papua Barat, termasuk Teluk Bintuni.

Pertama, PPP Peduli Perempuan. Konsep ini menekankan komitmen partai untuk mendorong keterwakilan perempuan minimal 30 persen dalam struktur kepengurusan maupun daftar calon legislatif, sejalan dengan amanat regulasi dan kebutuhan akan perspektif perempuan dalam pembangunan. “Kami ingin lahir figur-figur perempuan tangguh yang mampu memimpin dan berkarya di Teluk Bintuni,” ucap Yasman.

Kedua, PPP Partner Pemerintah. Di sini, Yasman mengingatkan kembali sejarah politik lokal, di mana Bupati Yohanis Manibuy merupakan figur yang pernah diusung dan didukung penuh oleh PPP pada Pemilihan Kepala Daerah 2024 silam. Oleh sebab itu, seluruh kader memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk menjadi mitra setia yang mendukung keberhasilan program-program pembangunan Yohanis Manibuy hingga akhir masa jabatan demi kesejahteraan rakyat.

Ketiga, PPP Pro Publik. Partai berkomitmen menghadirkan program kerja yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat melalui gerakan “Jaring Jala Sejahtera”. Program ini dirancang untuk merangkul seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang, sehingga PPP benar-benar hadir sebagai rumah besar bagi masyarakat akar rumput.

Tak hanya merumuskan nilai dan prinsip, PPP juga menargetkan capaian politik yang ambisius namun realistis untuk Pemilu mendatang. Yasman Yasir secara tegas menargetkan PPP Teluk Bintuni mampu meraih dua kursi per daerah pemilihan, atau total enam kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Teluk Bintuni.

Selain itu, partai berlambang Ka’bah ini juga menargetkan peningkatan signifikan jumlah kursi di tingkat provinsi (DPR Papua Barat) serta memperkuat representasi suara masyarakat Papua di tingkat legislatif nasional.

Menutup arahannya, Yasman mengajak seluruh kader untuk menjadikan masa lalu sebagai pelajaran berharga, masa kini sebagai medan pengabdian, dan masa depan sebagai harapan bersama. Ia menekankan bahwa meski perbedaan pandangan boleh ada, tujuan akhir tetaplah satu: membangun masyarakat yang sejahtera dan memajukan kualitas demokrasi di tanah Papua.

“Mari kita jaga persaudaraan ini tetap kokoh. Bersama kita bangun peradaban politik yang lebih baik demi kemajuan partai dan kesejahteraan masyarakat Teluk Bintuni serta Papua Barat,” pungkas Yasman.

Muscab VI DPC PPP Teluk Bintuni ini diharapkan menjadi titik tolak konsolidasi yang matang, yang tidak hanya memperkuat struktur internal partai, tetapi juga mempertegas peran strategis PPP dalam mendukung percepatan pembangunan daerah dan meningkatkan partisipasi politik masyarakat menuju masa depan yang lebih maju dan sejahtera.(AL )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *