Lomba Domino: Wadah Pemersatu Masyarakat dan Pelestari Nilai Budaya di Peringatan HUT ke-23 Teluk Bintuni

Uncategorized

Sinarpapua.com,TELUK BINTUNI – Dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Jadi ke-23 Kabupaten Teluk Bintuni, digelar ajang lomba domino atau yang lebih dikenal secara lokal sebagai gaple, sebuah kegiatan yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, namun juga diangkat menjadi wadah strategis untuk mempererat ikatan silaturahmi, menumbuhkan semangat prestasi, serta melestarikan warisan budaya daerah. Kegiatan ini berlangsung secara meriah di halaman Coffolice Kampung Lama, Teluk Bintuni, pada Sabtu (6/6/2026), dan secara resmi dibuka oleh Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, S.H., M.H., di hadapan ratusan peserta dan masyarakat setempat.

Sebagai bagian integral dari serangkaian perayaan hari jadi daerah, lomba ini menempati posisi istimewa karena mengangkat permainan tradisional yang telah mengakar kuat dalam kehidupan sosial masyarakat Teluk Bintuni. Bupati Yohanis Manibuy dalam sambutan pembukaannya menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif yang digagas oleh Wakapolres Teluk Bintuni beserta jajaran panitia pelaksana, yang dinilainya mampu mengubah kegiatan rekreasi rakyat menjadi ruang interaksi sosial yang konstruktif dan bermakna.

“Kita patut memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif yang luar biasa ini. Kegiatan lomba domino bukan sekadar ajang pertandingan, melainkan wujud nyata upaya mendekatkan pemerintah dengan seluruh elemen masyarakat, sekaligus sarana menikmati kebersamaan dalam memeriahkan momen bersejarah bagi Kabupaten Teluk Bintuni ini,” ujar Yohanis di hadapan para peserta dan undangan yang hadir.

Lebih jauh, Bupati menegaskan bahwa domino atau gaple memiliki dimensi yang jauh melampaui sekadar hiburan semata. Permainan ini dikategorikan sebagai olahraga otak yang menuntut ketajaman analisis, kecerdasan berpikir, serta penyusunan strategi yang matang. Oleh karenanya, ia berharap seluruh peserta yang berasal dari berbagai distrik di wilayah Teluk Bintuni mampu menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas, integritas, dan semangat persaudaraan selama mengikuti pertandingan.

“Pesan saya tegas: junjung tinggi sportivitas dalam setiap langkah permainan. Domino adalah olahraga yang lahir dan tumbuh bersama nilai-nilai silaturahmi serta semangat kebersamaan. Permainan ini memiliki keistimewaan karena dapat dilakukan di mana saja dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang batasan, sehingga menjadi simbol persatuan yang nyata,” tegas Yohanis Manibuy.

Ia juga menekankan bahwa kegiatan berbasis budaya dan rekreasi seperti ini memiliki dampak positif yang signifikan bagi kohesi sosial masyarakat. Dengan aturan main yang sederhana namun menuntut kemampuan berpikir cepat serta taktik yang cermat, lomba ini menjadi sarana yang efektif untuk mengasah potensi diri sekaligus memperkuat ikatan persaudaraan antarwarga.

“Mari kita rawat kebersamaan dan pelihara persaudaraan melalui ajang olahraga rakyat ini. Saya tegaskan kembali, pertandingan ini harus berjalan tertib, lancar, dan damai tanpa sedikit pun menimbulkan kericuhan. Ingatlah, ini adalah ajang silaturahmi, bukan sekadar panggung adu kemampuan untuk mencari kemenangan semata,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Firman Upe, memaparkan secara rinci mekanisme penyelenggaraan lomba yang disusun agar berjalan tertib dan adil. Untuk mengakomodasi antusiasme masyarakat yang sangat tinggi, panitia telah menyiapkan hingga 112 meja permainan yang tersebar di dalam arena, dengan sistem kompetisi yang dirancang secara mandiri pada putaran pertama. Dalam tahap ini, masing-masing meja akan meloloskan dua peserta dengan performa terbaik untuk melaju ke babak selanjutnya atau putaran kedua.

“Kami mengapresiasi antusiasme seluruh peserta yang telah hadir dan berpartisipasi aktif dalam momen berharga ini. Sebagai bentuk penghargaan, panitia telah menyiapkan hadiah dengan nilai yang cukup signifikan, di mana Juara 1 berhak membawa pulang Rp 10 juta, Juara 2 sebesar Rp 9 juta, dan Juara 3 senilai Rp 8 juta. Adapun rincian hadiah untuk peringkat ke-4 hingga ke-23 akan kami umumkan secara bertahap seiring berjalannya kompetisi menuju babak selanjutnya,” jelas Firman Upe.

Sebagai tanda dimulainya rangkaian pertandingan, Bupati Teluk Bintuni didampingi Anggota DPRD Papua Barat, Erwin Beddu Nawawi, Wakapolres Teluk Bintuni, serta tokoh masyarakat setempat, turut berpartisipasi memainkan kartu domino secara simbolis. Tindakan ini menjadi lambang dukungan pemerintah daerah terhadap pelestarian budaya sekaligus dorongan agar kegiatan serupa terus digalakkan di masa mendatang.

Berdasarkan data resmi yang dihimpun panitia pelaksana, lomba domino tahun ini berhasil mencatatkan partisipasi luar biasa dengan jumlah peserta mencapai 600 orang. Angka ini menjadikan ajang tersebut sebagai salah satu kegiatan dengan tingkat keterlibatan masyarakat terbesar di antara seluruh rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Teluk Bintuni pada tahun 2026. Keberhasilan penyelenggaraan ini sekaligus menegaskan bahwa tradisi lokal tetap menjadi kekuatan utama dalam mempersatukan masyarakat dan membangun identitas budaya daerah yang kokoh. (AL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *