Sinarpapua.com,Bintuni — Menapaki usia kedua, SMA Negeri 2 Kabupaten Teluk Bintuni menggelar perayaan hari ulang tahun di lingkungan sekolah, pada hari ini. Momen yang seharusnya jatuh pada 7 Juli lalu sengaja diundur agar tidak mengganggu kelancaran proses belajar mengajar di tengah tahun ajaran yang berjalan.
Kegiatan ini dihadiri oleh para pendidik, tenaga kependidikan, siswa-siswi, perwakilan orang tua murid, serta pemerintah daerah. Suasana diwarnai semangat kebersamaan meski diakui masih banyak hal yang perlu dibenahi dan dilengkapi demi tumbuhnya lembaga pendidikan yang berkualitas di negeri ini.
Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Teluk Bintuni, Lexy Hattu, dalam sambutannya mengawali dengan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas perjalanan dua tahun yang telah dilewati.
“Kami sudah menempati lokasi yang sebenarnya, namun sejujurnya sarana dan prasarana belum sepenuhnya memadai. Masih banyak kekurangan yang harus dilengkapi. Untuk itu, kami memohon dukungan kepada Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni dan seluruh masyarakat, khususnya para orang tua, agar bersama-sama kita melengkapi apa yang belum tersedia. Dukungan moral dan doa dari Bapak-Ibu sangat menguatkan kami, sehingga kami tetap mampu berjuang dan bekerja membangun pendidikan di daerah ini.”
“Secara khusus, kami saat ini masih kekurangan dua orang guru, yaitu satu guru mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan satu guru Bimbingan Konseling. Kami masih berupaya mencari dan melengkapi formasi tersebut. Semoga kebutuhan ini dapat terpenuhi di masa mendatang, agar kami dapat melayani pendidikan di sekolah ini secara lebih utuh dan maksimal.”
“Tetaplah semangat, berdisiplin, dan milikilah karakter yang baik. Melalui proses pendidikan di SMA Negeri 2 ini, saya yakin kalian mampu meraih cita-cita dan tujuan hidup yang diimpikan. Jadilah anak yang berbakti kepada orang tua, berguna bagi daerah, dan menjadi kebanggaan masa depan Teluk Bintuni.”
Sementara itu, Ketua Komite Sekaligus Anggota DPRK Kabupaten Teluk Bintuni, Simon Dowansiba, yang juga duduk di Komisi A, menyampaikan bahwa keberadaan sekolah ini adalah anugerah yang harus dijaga dan diperjuangkan secara bersama-sama — antara sekolah, orang tua, masyarakat, dan pemerintah.
“Kami bersyukur kepada Tuhan, SMA Negeri 2 kini telah berusia dua tahun dengan jumlah siswa mencapai sekitar 270 orang. Ini pertumbuhan yang luar biasa. Namun kami menyadari, semangat yang tinggi harus didukung pula dengan sarana fisik yang layak. Salah satu yang paling mendesak adalah ruang kerja dan fasilitas bagi dewan guru yang belum memadai.”
“Sebagai Ketua Komite dan anggota DPRK, saya berjanji akan memperjuangkan hal ini. Saya akan menyampaikan kepada Pemerintah Kabupaten, Dinas terkait, bahkan hingga ke tingkat Pemerintah Pusat dan Kementerian Pendidikan, agar sekolah ini mendapat perhatian yang layak. Bukan hanya untuk SMA Negeri 2, namun juga bagi sekolah-sekolah lain di pelosok negeri yang masih berjuang melengkapi fasilitasnya.”
“Semangat anak-anak sudah menyala, semangat guru sudah ada, semangat orang tua juga tak kalah. Kini tinggal kita pastikan, sarana dan prasarana ikut tumbuh seiring semangat itu. Mari kita bergandengan tangan — pendidikan di Teluk Bintuni adalah tanggung jawab kita semua.”
Di usia yang masih sangat muda, SMA Negeri 2 Teluk Bintuni bukan sekadar berdiri sebagai bangunan, melainkan tumbuh sebagai harapan. Di tengah segala keterbatasan, semangat belajar dan mengajar tak pernah surut.
Semoga ke depan, kekurangan yang ada hari ini menjadi langkah menuju kelengkapan di masa datang — sehingga SMA Negeri 2 Teluk Bintuni tidak hanya dikenal karena semangatnya, tetapi juga karena kualitasnya, fasilitasnya, dan generasi unggul yang lahir dari tanah Bintuni. ( AL )
